RASIKAFM Semarang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara serentak di 35 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).
Menurut Mohamad Noor Nugroho, program Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya pada periode Ramadhan dan Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, inflasi di Jawa Tengah pada Februari tercatat sekitar 0,76 persen secara bulanan (month to month) dan 4,43 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut masih berada dalam rentang yang terkendali meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional.
“Gerakan pangan murah ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, khususnya pada periode Ramadhan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan permintaan,” ujarnya.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan stabilitas harga pangan di Jawa Tengah tetap terjaga, sekaligus mendukung daya beli masyarakat selama Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.
Selain itu, Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena pasokan pangan di wilayah Jawa Tengah dipastikan dalam kondisi cukup.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pembukaan GPM dilakukan secara serentak dan disaksikan oleh para kepala daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) dari kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah yang mengikuti kegiatan tersebut melalui sambungan daring. Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya stabilisasi harga pangan di berbagai daerah selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri.