RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Penjual Selongsong Ketupat Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Lebaran Kupat

Penjual Selongsong Ketupat Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Lebaran Kupat

Penjual Selongsong Ketupat Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Lebaran Kupat

Pedagang selongsong ketupat tengah melayani pembeli di kawasan Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang jelang Lebaran Kupat, Kamis (26/3/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Aktivitas penjualan selongsong ketupat di sejumlah pasar tradisional di Ungaran, Kabupaten Semarang jelang Lebaran Kupat tahun ini terpantau lesu. Pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli dibandingkan momentum Lebaran Idulfitri sebelumnya.

Salah satunya Kusnan, pedagang selongsong ketupat asal Salatiga, yang sudah sekitar tujuh tahun berjualan musiman di Pasar Bandarjo, Ungaran. Ia mengaku hanya berjualan saat momen Lebaran Idulfitri dan Lebaran Kupat.

Menurut Kusnan, penjualan pada Lebaran Kupat tahun ini jauh lebih sepi. Bahkan dari ratusan ketupat yang dibawa, banyak yang belum terjual.

“Kalau sekarang sepi. Bawa sekitar 400 biji, tapi masih banyak sisa. Kemarin saja masih tersisa sekitar 300-an,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Kondisi tersebut berbeda saat menjelang Lebaran Idulfitri, di mana permintaan ketupat cenderung lebih tinggi dan penjualan lebih cepat habis. Saat ini jumlah selongsong ketupat yang terjual baru sekitar 300 biji. Namun angka tersebut tetap tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sekitar 300-an yang terjual, tapi tetap sepi dibanding kemarin sebelum Lebaran,” keluhnya.

Penurunan daya beli masyarakat disebut menjadi salah satu faktor utama. Kusnan menyebut kondisi ekonomi yang sedang sulit membuat masyarakat mengurangi pengeluaran, termasuk untuk kebutuhan Lebaran Kupat.

“Yang beli turun, mungkin karena lagi peceklik,” katanya.

Dari sisi harga, Kusnan mengaku telah menurunkan harga jual demi menarik minat pembeli. Jika sebelumnya ketupat dijual mulai Rp16.000 hingga Rp20.000 per ikat, kini ia menawarkan dengan harga lebih murah, bahkan hingga sekitar Rp7.500 hingga Rp10.000. Meski demikian, upaya tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

“Yang penting bisa dapat untung sedikit saja. Ini juga sekadar hiburan,” ucapnya.

Kusnan berencana tetap berjualan hingga satu atau dua hari ke depan, tergantung kondisi dan tenaga yang dimiliki. Ia berharap masih ada peningkatan pembeli menjelang puncak Lebaran Kupat. (win)

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis