RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Lonjakan Sampah Saat Momen Lebaran di Kabupaten Semarang Capai 293 Ton per Hari

Lonjakan Sampah Saat Momen Lebaran di Kabupaten Semarang Capai 293 Ton per Hari

Lonjakan Sampah Saat Momen Lebaran di Kabupaten Semarang Capai 293 Ton per Hari

Lonjakan volume sampah pada periode Lebaran 2026 yang masuk ke TPA Blondo, Bawen, Kabupaten Semarang mencapai 293 ton per hari. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Volume sampah di Kabupaten Semarang mengalami peningkatan selama momen Idulfitri 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang mencatat, rata-rata sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo naik dari kondisi normal 280 ton menjadi 293 ton per hari.

Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Semarang, Eka Yuliyanti, menjelaskan kenaikan volume sampah tersebut mulai terjadi sejak 18 Maret hingga 24 Maret 2026. Berdasarkan hasil penimbangan di TPA, terjadi lonjakan sekitar 13 ton sampah per hari dibanding hari biasa.

“Dalam kondisi normal, sampah yang masuk ke TPA sekitar 280 ton per hari. Namun menjelang Lebaran, meningkat menjadi 293 ton per hari. Kenaikan ini mulai terlihat sejak 18 sampai 24 Maret,” jelas Eka saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (26/3/2026).

Ia menyebutkan, peningkatan volume sampah didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah dari pasar. Seluruh sampah tersebut berasal dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang mengakomodasi aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.

“Jenis sampah yang paling mendominasi selama periode Lebaran adalah sampah organik. Berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga dan konsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, DLH telah melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah untuk mengurangi beban TPA. Di antaranya melalui pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta program bank sampah di masyarakat.

“Sampah dari rumah tangga sebagian sudah dikelola melalui bank sampah, sementara di TPS 3R juga sudah ada proses pengolahan, bahkan sebagian menjadi kompos. Jadi yang masuk ke TPA hanya residunya saja,” ujarnya.

Dari total 54 unit TPS 3R di Kabupaten Semarang, sekitar 10 unit di antaranya sudah aktif melakukan pengolahan sampah. Selama periode Lebaran, DLH juga mengerahkan total 97 petugas pengangkut sampah yang terdiri dari pengemudi dan tenaga angkut. Selain itu, sebanyak 62 petugas kebersihan disiagakan di wilayah Ungaran, Ambarawa, dan sekitarnya.

Petugas kebersihan bekerja dalam sistem shift pagi, sore, dan malam, termasuk saat malam takbiran dan setelah pelaksanaan Salat Idulfitri untuk membersihkan area tempat ibadah.

“Petugas tetap siaga, bahkan setelah Salat Id langsung melakukan pembersihan di lokasi-lokasi ibadah,” tambahnya.

Untuk armada, DLH mengoperasikan 13 unit armroll dan 11 unit dump truk guna mengangkut sampah ke TPA Blondo. Sementara itu, terkait daya tampung TPA Blondo, Eka mengakui bahwa kondisinya saat ini sudah melebihi kapasitas. Namun, pihaknya masih mampu mengatasi lonjakan sampah dengan penataan yang dilakukan di lokasi.

“TPA Blondo memang sudah over kapasitas, tetapi untuk lonjakan saat Lebaran kemarin masih bisa tercover dengan penataan. Saat ini kami juga tengah menyiapkan pembukaan zona 3 seluas 7.000 meter persegi,” bebernya.

Pengelolaan sampah di TPA Blondo kini mulai diarahkan menuju sistem controlled landfill dengan metode penataan berteras (terasering) dan penutupan menggunakan geomembran.

Setelah puncak arus mudik dan perayaan Lebaran, volume sampah dilaporkan mulai kembali normal. Hingga 25 Maret 2026, DLH mencatat tren penurunan jumlah sampah harian. (win)

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis