URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga melaksanakan pemusnahan simbolis sejumlah barang bukti perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Bersama forkopimda Kota Salatiga, kegiatan pemusnahan dilaksanakan di Gudang Penyimpanan Barang Bukti Kejari Salatiga pada Jumat (24/11/2023).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Barang Bukti Celurit, Uang Palsu, dan Narkoba Dimusnahkan Kejari Salatiga

Barang Bukti Celurit, Uang Palsu, dan Narkoba Dimusnahkan Kejari Salatiga

Barang Bukti Celurit, Uang Palsu, dan Narkoba Dimusnahkan Kejari Salatiga

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga melaksanakan pemusnahan simbolis sejumlah barang bukti perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Bersama forkopimda Kota Salatiga, kegiatan pemusnahan dilaksanakan di Gudang Penyimpanan Barang Bukti Kejari Salatiga pada Jumat (24/11/2023).
foto Arief Rasika
Kajari Salatiga Sukamto, bersama Ketua DPRD dan sejumlah pejabat saat melakukan pemusnahan BB kejahatan di pendopo Kejaksaan Salatiga di JLS. foto Arief Rasika
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga memusnahkan sejumlah barang bukti perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Kegiatan pemusnahan itu dilakukan secara simbolis bersama forkopimda Kota Salatiga di Gudang Penyimpanan Barang Bukti Kejari Salatiga, Jumat (24/11/2023).

Barang yang dimusnahkan diantaranya ada beberapa celurit besar yang digunakan untuk tawuran dan uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 40 lembar, 23 unit handphone, sabu 0,69 gram, dan obat-obatan terlarang 479 butir.

Kepada rasikafm.com Kepala Kejaksaan Salatiga Sukamto menyebut, barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan perkara dari bulan Juli sampai November 2023.

Untuk barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dihancurkan dan dibakar. Dikatakan, ada penurunan barang bukti obat-obatan terlarang narkoba.

“Tapi di lain sisi ada perkara yang naik, yaitu Sajam (senjata tajam) mulai banyak menggunakan Sajam di Kota Salatiga,” terangnya.

Diakuinya, jika dibandingkan tahun lalu barang bukti narkoba mengalami penurunan sebanyak 2%.

Sementara itu, untuk barang bukti kasus kejahatan umum seperti penganiayaan dan uang palsu ada kenaikan 2%.

Sebagai pejabat baru di Kejari Salatiga, Sukamto mengaku akan segera melakukan penanganan tindak pidana korupsi di Kota Salatiga.

Sementara itu, untuk antisipasi maraknya kasus kejahatan di akhir tahun, kata Sukamto, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) lain.

“Kami siap siaga, ketika ada kejahatan kita koordinasi dengan APH yang lain pokoknya,” tandas Sukamto.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga