KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

Bawaslu Jateng Ajak Masyarakat Ikut Andil Dalam Pengawasan Pemilu 2024

SEMARANG – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng mengajak kepada masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan dan pendampingan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Roffiudin setelah acara rapat dengan media bersama stakeholder bertema Peran Media dan Stakeholder Dalam Pengawasan Pemilu 2024 di Aroem Restaurant Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Candisari Semarang Selasa (31/5/2022).

“Bawaslu tentu tidak bisa kerja sendirian untuk melakukan pengawasan dan butuh terhadap yang namanya kolaborasi dengan masyarakat. Maka Bawaslu akan sinergi dan akan terus menerus mengajak masyarakat dalam konteks terlibat dalam pengawasan Pemilu,” jelasnya.

Ia menyadari bahwasanya memang potensi-potensi pelanggaran pada saat sebelum maupun pelaksanaan Pemilu masih saja terjadi bahkan bisa berdampak dan menjadi kerawanan saat proses pemilihan berlangsung.

“Potensi yang bisa terjadi bisa berbagai macam atau kerawanan misalnya ada politik uang, ada sara, hoaks, ada penggunaan fasiltas negara untuk kampanye, ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak netral, DPD (Dewan Perwakilan Daerah) tidak valid, penyelenggara pemilu tidak netral dan itu bagian dari hak-hak krusial yang memang bisa terjadi sehingga menjafi titik kerawanan,” jelasnya.

Untuk mendukung proses pelaksanaan pemilu, ia mengakui bahwa memang dibutuhkan dan disediakan persiapan-persiapan yang telah direncanakan. Namun ia tetap berharap Pemilu 2024 yang akan datang bisa berjalan lancar dengan masyarakat bisa berpartisipasi.

“Diluar itu, penyediaan logistik saya kira perlu juga ketentuan yang ada. Bukan soal personil yang mencukupi atau tidak tapi lebih kepada Pemilu adalah pekerjaan bersama. Jadi Pemilu bukan hanya kerjaan Bawaslu, KPU (Komisi Pemilihan Umum), Partai Politik tapi juga Pemilu adalah menjunjung tinggi kedaulatan masyarakat sehingga dari sisi itu kolaborasi sinergi menjadi sesuatu yang sangat penting,” terangnya.

Sementara itu, Dosen UIN sekaligus Pengamat Politik, Nur Syamsudin mengakui jenis-jenis pelanggaran yang terbesar pada saat Pemilu 2024 nantinya adalah Politik Uang. Hal tersebut pula yang bisa menjadikan gangguan pada saat pesta demokrasi bahkan berakibat hasil Pemilu yang tidak sesuai.

“Yang paling besar pada partai politik saat pemilu di indonesia itu (Politik Uang. Kayaknya kalo tidak ada politik uang kayaknya kurang ini. Sebenarnya sudah menjadi budaya dan itu seharusnya dikurangi dan Bawaslu memiliki kemampuan dan memang dibutuhkan kewenangan oleh negara untuk melakukan zero money politik,” bebernya.

“Dan inilah yang kemudian mengakibatkan hasil daripada Pemilu tidak sesuai apa yang diinginkan rakyat. Kemudian pelanggaran-pelanggaran lain yang sering terjadi adalah ketidaknetralan baik itu dari penyelenggara,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]