URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan percakapan by phone antara seorang pria dengan seorang laki-laki yang diduga Kopda Muslimin ketika sedang diburu Tim Gabungan TNI-Polri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Beredar Percakapan Yang Diduga Kopda Muslimin Dengan Seorang Pria Pada Saat Diburu Tim Gabungan

Beredar Percakapan Yang Diduga Kopda Muslimin Dengan Seorang Pria Pada Saat Diburu Tim Gabungan

Beredar Percakapan Yang Diduga Kopda Muslimin Dengan Seorang Pria Pada Saat Diburu Tim Gabungan

Tangkap layar sebuah percakapan by phone antara seorang pria dengan seorang laki-laki yang diduga Kopda Muslimin.
featured-img

SEMARANG – Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan percakapan by phone antara seorang pria dengan seorang laki-laki yang diduga Kopda Muslimin ketika sedang diburu Tim Gabungan TNI-Polri.

Dalam video itu di akun instagram infokomando.official ini, tampak seorang pria yang dipanggil ‘Bul’ itu tengah menelfon seseorang diduga Kopda Muslimin. Melalui sambungan telepon itu, Kopda Muslimin mengaku sudah tidak tahan lagi dengan situasi saat ini.[irp posts=”40481″ name=”Pemakaman Kopda Muslimin Tak Dilangsungkan Secara Militer”]

“Wis telat nek aku balik, Bul (Sudah terlambat kalau aku pulang, Bul),” ucap pria yang diduga Kopda Muslimin.

Namun, pria yang dipanggil Bul itu tetap menyakinkan Muslimin untuk kembali pulang.

“Belum pak, anak-anak butuh bapak,” kata lawan bicara

Muslimin lalu sempt terharu hingga menyebut nama anak-anaknya. Ia meminta Bul untuk menjadi paman yang baik untuk anak-anaknya.

“Titip anak-anak ya bul. Aku wis nyerah bul. Aku wis nyerah,” kata Muslimin.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan membenarkan rekaman suara itu adalah Kopda Muslimin. Ia mengatakan bahwa itu adalah percakapan Muslimin dengan salah satu perawat burung peliharaannya.

“Betul (suara Muslimin). Orang kepercayaan yang biasa disuruh merawat burungnya (peliharaan),” kata Donny kepada wartawan, Jumat (29/7).[irp posts=”40474″ name=”Kasus Kopda Muslimin Ditutup Usai Dinyatakan Meninggal Dunia”]

Untuk diketahui, Kopda Muslimin merupakan dalang dibalik penembakan istrinya sendiri Rina Wulandari (34). Muslimin memerintahkan 4 pembunuh bayaran untuk membunuh Rina demi wanita lain.

Korban sendiri menerima dua luka tembak di bagian perut sebelah kiri. Bahkan, satu proyektil peluru sempat bersarang di perut korban. Setelah buron selama beberapa hari, Kopda Muslimin ditemukan meninggal duni di rumah orang tuanya. Ia diduga meminum racun pada Kamis (28/7/2022) pagi.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi