URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bisnis peternakan ayam menjadi pilihan menarik bagi kaum milenial. Salah satunya adalah Mohammad Rizki Kurniawan, seorang pemuda yang berasal dari Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Rizki tertarik dengan peternakan ayam KUB (Kampung Unggul Balebangtan) setelah mengunjungi bazar peternakan di Ungaran Semarang pada tahun 2018. Ayam KUB lebih tahan terhadap penyakit, memiliki produksi telur yang lebih banyak, mencapai 160 hingga 180 butir per ekor per tahun, dan tumbuh lebih cepat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berternak Ayam KUB Kini Lebih Menjanjikan Dibanding Bekerja Sebagai PNS

Berternak Ayam KUB Kini Lebih Menjanjikan Dibanding Bekerja Sebagai PNS

Berternak Ayam KUB Kini Lebih Menjanjikan Dibanding Bekerja Sebagai PNS

Bisnis peternakan ayam menjadi pilihan menarik bagi kaum milenial. Salah satunya adalah Mohammad Rizki Kurniawan, seorang pemuda yang berasal dari Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Rizki tertarik dengan peternakan ayam KUB (Kampung Unggul Balebangtan) setelah mengunjungi bazar peternakan di Ungaran Semarang pada tahun 2018. Ayam KUB lebih tahan terhadap penyakit, memiliki produksi telur yang lebih banyak, mencapai 160 hingga 180 butir per ekor per tahun, dan tumbuh lebih cepat.
Foto dok IST
Mohammad Rizki Kurniawan Bringin, saat berada dikandang ternak ayam KUB miliknya
featured-img

RASIKAFM.COM | BRINGIN - Bisnis peternakan bagi kalangan Milenial masih menjadi hal yang jarang diminati. Namun berbeda dengan pemuda yang bernama Mohammad Rizki Kurniawan asal Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang itu memilih berternak ayam daripada bekerja di sebuah perusahaan.

Rizki sapaan akrabnya mengaku terpikat dengan memilih berternak ayam KUB (Kampung Unggul Balebangtan) setelah melihat bazar tentang peternakan di Ungaran Semarang tahun 2018. Dia memantapkan diri untuk beternak ayam jenis itu karena ayam jenis itu merupakan salah satu ayam unggul dengan beberapa kelebihan.

“Keunggulan ayam KUB sendiri daripada ayam kampung biasanya yaitu lebih tahan terhadap penyakit, lebih banyak telurnya sampai 160 hingga 180 butir per ekor per tahun. Dan juga lebih cepat besar, ” ujar Rizki saat ditemui wartawan.

Sebagai anak muda, Rizki tidak hanya berhenti pada membesarkan ayam dan menjualnya saja. Namun ia berinovasi dengan bergerak dari hulu ke hilir. Dari mulai proses penetasan hingga pembesaran ayam KUB. Yang nantinya semua hasil mulai dari telur hingga ayam KUB bisa dijual.

Dikatakan, untuk telur sendiri Rizki memilih tidak menjualnya. Namun menetaskan sendiri dengan mesin penetasan miliknya. Sementara untuk ayam yang masih berumur satu Minggu per ekor bisa dijual Rp 10.000. Sedangkan untuk konsumsi umur 4 bulan dihargai Rp 45 ribu.

“Kalau indukan mulai Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Tapi jarang saya jual kalau indukan,” jelasnya.

Diakuinya meskipun peternak ayam KUB di Kabupaten Semarang cukup banyak, namun masih sedikit yang konsisten berbisnis ayam KUB. Mereka hanya melakukan penggemukan kemudian dijual. Padahal menurut Rizki yang paling menguntungkan adalah pada bibitnya.

“Cukup lumayan itu jual bibitnya. Saya juga punya mitra 6 orang yang secara rutin ambil bibit di tempat saya. Kalau mereka kesulitan menjual, kita juga akan bantu,” katanya.

Dari hasil bisnis ayam KUB, kata Rizki, saat ini dirinya berhasil mengantongi omzet mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulan. Itu hasil dari ratusan ayam di kandangnya dan mitra yang telah bekerja sama.

“Kita kan anak muda dan modal sendiri jadi memang belum bisa langsung dengan skala besar,” jelasnya.

Dengan bisnisnya itu, Rizki beberapa waktu lalu menyabet penghargaan sebagai Young Ambassador Agriculture (YAA) Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2023.

Dalam ajang tersebut Rizki bersaing dengan ribuan peserta lain dari seluruh Indonesia. Dia menjadi satu-satunya peserta yang memaparkan bisnis ayam. Hal itu membuat Rizki saat ini semakin tertantang untuk terus memberikan dampak agar pemuda tidak malu untuk berternak.

BACA JUGA :

Desa Kranggan di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen karena berhasil mengembangkan potensi desa melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BUMDes. Saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek, Jumat (26/6), Taj Yasin meminta seluruh OPD menjadikan desa tersebut sebagai rujukan Program Desa Dampingan guna mempercepat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Taj Yasin Minta OPD Jateng Tiru Desa Kranggan, Model Pengembangan Desa yang Sukses Dongkrak Ekonomi Warga
Sanggar Budaya Condrowinoto di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, menggelar pementasan ketoprak bertajuk Sang Kusuma Wilis pada Jumat (26/6/2026) malam sebagai ujian kenaikan tingkat bagi 80 siswa. Pementasan yang mengangkat perjuangan Nyi Ageng Serang ini menjadi media pembelajaran budi pekerti Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya dan membentuk karakter generasi muda berlandaskan nilai-nilai Nusantara.
Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak "Sang Kusuma Wilis"
AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Dalam media briefing di Semarang, Kamis (25/6/2026), BI mengungkap hingga 31 Mei 2026 Indonesia Anti-Scam Centre menerima 579.459 laporan penipuan digital, sehingga masyarakat diminta segera melapor jika menjadi korban agar peluang penyelamatan dana lebih besar.
Uang Hasil Kerja Bertahun-tahun Bisa Lenyap dalam Hitungan Menit, BI Jateng Ingatkan Bahaya Scam Digital
BI Jateng Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga
BI Jateng: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging