URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelarian Yohanes Sugiwiyarno, Pengacara Ungaran, berhasil ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang. Penangkapannya terjadi dalam acara resmi meresmikan lokasi wisata Banyukuning View. Pelaku terpidana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini telah dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 4 bulan sesuai Putusan Pengadilan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Buron 14 Tahun, Pengacara Ini Ditangkap Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang

Buron 14 Tahun, Pengacara Ini Ditangkap Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang

Buron 14 Tahun, Pengacara Ini Ditangkap Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN -Pelarian Yohanes Sugiwiyarno, terpidana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) telah berakhir. Ia yang juga berprofesi sebagai pengacara dan berkantor di Ungaran, Kabupaten Semarang berhasil ditangkap Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang pada Minggu (6/8/2023).

Dijelaskan oleh Kepala Kejari Kabupaten Semarang RR Theresia Tri Widorini, kronologi penangkapan Yohanes berawal dari informasi yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan menggelar pentas seni budaya untuk meresmikan lokasi wisata Banyukuning View, yang berada di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu (6/8/2023).

“Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang dibantu Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Adhyaksa Monitoring Center (AMC) dan Polres Semarang turut memantau acara tersebut untuk melaksanakan penangkapan,” ujarnya dalam keterangan kepada awak media di Kantor Kejari Kabupaten Semarang, Senin (7/8/2023).

Saat acara berlangsung, lanjutnya, tim sudah hadir sejak pukul 08.30 WIB, akan tetapi yang bersangkutan belum juga hadir hingga pukul 13.00 WIB. Tak lama kemudian sekira pukul 15.00 WIB, terpidana Yohanes muncul di lokasi
dan sedang duduk-duduk di area wisata tersebut, sehingga Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang langsung mendatangi yang bersangkutan. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) selaku Jaksa Eksekutor langsung memperkenalkan diri, kemudian membacakan dan
menjelaskan Putusan Pengadilan Negeri Ungaran Nomor: 104/Pid.B/2008/PN.Ung tanggal 21
Juli 2008 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 307/PID/2008/PT SMG tanggal 17
September 2008 juncto Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 8 Januari 2009 Nomor: 2093K/Pid/2008 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Yohanes telah bersalah melakukan tindak pidana curat sebagaimana diatur dalam Pasal 363 dan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan,” terangnya.

Terhadap penjelasan putusan pengadilan tersebut, terpidana Yohanes keberatan dan tidak menerima isi putusan tersebut serta bersikeras untuk menolak penangkapan.

“Melihat sikap terpidana yang tidak kooperatif, Tim Tabur langsung melakukan upaya paksa dan melakukan pemborgolan terhadap kedua tangan terpidana, lalu membawa dan mengamankan terpidana ke Kantor Kejari Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Kabupaten Semarang Dermawan Wicaksono mengungkapkan, terpidana Yohanes sempat mengelak dan melawan saat dilakukan penangkapan. Ia beralasan bahwa putusan yang dibacakan telah dijalani sebelumnya berupa pidana 4 bulan 15 hari.

“Padahal eksekusi yang kami lakukan adalah perkara yang berbeda,” kata Dermawan.

Dijelaskan Dermawan, dua perkara yang dimaksud adalah perkara perusakan properti pada bulan Juni tahun 2007, dan yang terakhir adalah tindak pidana curat pada bulan Oktober tahun 2007.

“Pada perkara tindak pidana curat, diketahui saudara Yohanes melakukan penjualan bahan bekas bangunan milik PT Kusuma Persada Semarang tanpa hak dan izin sehingga mengakibatkan kerugian Rp500 juta,” paparnya.

Perihal penangkapan tersebut, Dermawan menambahkan pihaknya sebelumnya telah melayangkan pemanggilan kepada yang bersangkutan sebanyak 3 kali. Akan tetapi hal itu tidak diindahkan sehingga langkah terakhir berupa tangkap paksa harus dilakukan.

“Yang bersangkutan kemudian dibawa ke RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, selanjutnya terpidana Yohanes dibawa ke Lapas Kelas II A Ambarawa untuk menjalani pidana penjara,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Polda Jawa Tengah mengungkap tiga kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di Sukoharjo, Kebumen, dan Demak pada Mei-September 2026. Polisi menemukan modus pengalihan LPG 3 kilogram serta penyalahgunaan Bio Solar menggunakan kendaraan modifikasi. Total nilai subsidi yang diduga disalahgunakan mencapai Rp10,82 miliar.
180 SPBU Kena Sanksi! Pertamina Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi di Jateng-DIY
Tim Tabur Kejari Kabupaten Semarang menangkap terpidana korupsi kredit PTPN IX Warnasari Cilacap, Edi Naryanto, di Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2026), setelah buron sejak 2016. Edi ditangkap saat bekerja sebagai pengantar galon dan kemudian dibawa ke Kabupaten Semarang untuk menjalani eksekusi pidana penjara enam tahun.
10 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Kredit Fiktif PTPN IX Ditangkap Saat Antar Galon
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Satresnarkoba Polres Salatiga mengamankan HM (28) di kawasan Mangunsari, Sidomukti, Sabtu (15/8/2026), setelah menerima informasi dugaan transaksi obat keras. Polisi menemukan 2.370 tablet putih berlogo “Y”, telepon genggam, dan plastik klip. HM diduga berperan sebagai pengedar dan kini menjalani penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Satresnarkoba Polres Salatiga Tangkap Pengedar 2.370 Pil Yarindu, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Polres Semarang mengungkap motif ekonomi dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito (25), pada Kamis (6/8/2026). Dua tersangka, TI (25) dan DPP (20), diduga menganiaya korban untuk menguasai telepon genggam dan barang berharga. Setelah korban tewas, kepanikan membuat keduanya meninggalkan mobil Honda Jazz berisi 53 ponsel di Grobogan, sementara polisi masih mencari sejumlah barang bukti yang dibuang.
Perampokan Royal Phone Murni Motif Ekonomi, Isu Keterlibatan Pacar Tersangka Tak Terbukti

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka