[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Category: Ragam

Sandiaga Uno Apresiasi Salatiga Mampu Bangkitkan Wisata Kuliner
Kunjungan Sandiaga Uno memberikan apresiasi kepada Kota Salatiga atas semangat dan ide kreatif termasuk Gastronomi kelas dunia yang membangkitkan sektor ekonomi Kota Salatiga.
Kepala-Dinkes-Kabupaten-Semarang-Dwi-Syaiful-Nur-Hidayat
Waspada Hepatitis Akut, Anak-anak Diimbau Bawa Bekal Makanan Sendiri
Kasus kematian pada anak akibat penyakit hepatitis akut telah ditetapkan statusnya sebagai kejadian luar biasa (KLB). Hal itu membuat masyarakat terutama para orang tua khawatir karena penyakit yang menyerang...
Warga Cempolorejo Semarang Diresahkan Teror Eksibionis, Pelaku Cari Target Mengendarai Motor
Aksi eksibionis atau memperlihatkan kemaluan di depan orang kembali menggegerkan Kota Semarang. Kali ini, warga Cempolorejo, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat dibuat resah oleh pelaku yang...
Buka Forda, Wawali Salatiga Beri Dua Catatan Penting Dan Meminta Maaf
Sedikitnya 341 peserta mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Tingkat Kota Salatiga Tahun 2022. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota, Dr. Muh Haris, M.Si, di Halaman Gedung KORPRI,...
Bukti Toleransi Antar Umat Beragama, Saat Perayaan Waisak di Thekelan
Bermaaf maafan saat hari raya kini bukan lagi kegiatan sakral umat Islam saja. Buktinya di Dukuh Thekelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, masyarakat yang beragama Islam dan Kristen turut...
Lapas Semarang Berikan Remisi Waisak Bagi Tiga Napi Beragama Budha
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memberikan remisi Hari Raya Waisak 2022 bagi tiga narapidana (Napi) yang beragama Budha, Senin (16/5/2022).
63 Napi Beragama Budha di Jawa Tengah Terima Remisi Waisak
Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah memberikan Remisi Khusus Hari Raya Waisak kepada 63 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi yang beragama Budha.
Toko Sepatu Star Jendral Sudirman Salatiga Minggu Malam Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta
Diduga kebakaran tersebut akibat konsleting dispenser yang ada di dalam toko, kebakaran baru bisa teratasi setelah empat mobil pemadam yang diturunkan untuk mematikan api selama 1.5 jam.
Pererat Silaturahmi, Komintas Ojol GBMA Ungaran Gelar Halal Bi Halal
Selepas Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi berbagai elemen masyarakat mengadakan halal bi halal. Tak terkecuali oleh  kominitas ojek online GRAB BIKE MITRA ASPAL (GBMA) Ungaran, Kabupaten Semarang....
Just what Data Bedroom? What Do You must know Before You Start Using One?
What Is A Info Room? What Do You Need To Know Before You Start Using An individual? This article will cover some of the most important questions you need to ask yourself ahead of you open up a data place....
Muat Lebih

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting