RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Waspada Hepatitis Akut, Anak-anak Diimbau Bawa Bekal Makanan Sendiri

Waspada Hepatitis Akut, Anak-anak Diimbau Bawa Bekal Makanan Sendiri

Waspada Hepatitis Akut, Anak-anak Diimbau Bawa Bekal Makanan Sendiri

UNGARAN – Kasus kematian pada anak akibat penyakit hepatitis akut telah ditetapkan statusnya sebagai kejadian luar biasa (KLB). Hal itu membuat masyarakat terutama para orang tua khawatir karena penyakit yang menyerang organ hati tersebut mengintai anak-anak.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menyiapkan sejumlah langkah. Diantaranya dengan sosialisasi kepada masyarakat melalui Camat, Lurah/Kepala Desa hingga Ketua RT.

“Sampai hari ini alhamdulillah Kabupaten Semarang belum ada temuan kasus hepatitis akut. Kita sudah sosialisasi melalui puskesmas, puskesmas pembantu, bidan desa hingga Ketua RT tentang bahaya hepatitis,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat di Ungaran, Selasa (17/5/2022).

Diterangkan Syaiful, meski belum ada temuan pihaknya mewanti-wanti kepada para orang tua untuk mengawasi dan menjaga putra-putrinya terutama saat berada di luar rumah.

“Saat pergi ke sekolah, sebaiknya anak-anak ini dibawakan bekal makanan dari rumah. Saya tidak melarang mereka jajan di luar, akan tetapi lebih diperhatikan lagi masalah kebersihannya. Monggo disikapi dengan bijak,” ungkapnya.

Menurut Syaiful, yang sangat dimungkinkan terjadi adalah media penularannya. Selain kebersihan dari makanan yang dikonsumsi, kebersihan alat makan dan cara makannya juga menjadi faktor penting pencegahan penularan.

“Pada prinsipnya cara pencegahan mirip dengan Covid-19. Pakai masker dan cuci tangan sebelum makan dan jangan saling pinjam alat makan,” tuturnya.

Terkait antisipasi di lingkungan sekolah, Syaiful menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) setempat untuk turut menyosialisasikan tentang bahaya dan cara pencegahan hepatitis akut.

“Sudah kita bagikan leaflet dalam bentuk softcopy, sehingga bisa dipakai sebagai story di WA atau medsos lainnya. Harapannya semoga Kabupaten Semarang nihil kasus,” imbuhnya.

Sementara Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya mengeluarkan imbauan kepada seluruh Kepala Sekolah mulai PAUD, TK, SD hingga SMP baik negeri maupun swasta untuk memaksimalkan fungsi kantin sekolah.

“Harapannya biar anak-anak tidak jajan di luar kantin sekolah. Syukur-syukur orang tuanya membawakan bekal makanan dari rumah,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana