URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Klaster Baru, Sekda Kota Salatiga Minta Orang Tua Siswa Awasi Saat Berangkat Bersekolah

Cegah Klaster Baru, Sekda Kota Salatiga Minta Orang Tua Siswa Awasi Saat Berangkat Bersekolah

Cegah Klaster Baru, Sekda Kota Salatiga Minta Orang Tua Siswa Awasi Saat Berangkat Bersekolah

RASIKAFM – Permintaan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Salatiga Wuri Pujiastuti, pihaknya meminta orang tua menjadi filter pertama untuk anaknya yang akan berangkat sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Diharapkan, dengan deteksi dini tersebut dapat mencegah terciptanya klaster sekolah penularan Covid-19.

“Orangtua yang intens dan bisa mengawasi anaknya, sehingga kalau ada gejala sakit, lebih baik tidak masuk sekolah. Izin kepada guru dan segera diperiksakan ke fasilitas layanan terdekat,” jelas Wuri, Rabu (6/10/2021) saat ditemui di ruang kerjanya.

Wuri berharap adanya klaster di SD Negeri Gendongan 1 tidak terulang. “Siswa, orangtua, dan guru semua sudah rindu sekolah langsung. Semoga tidak ada lagi kasus di sekolah sehingga semua bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” terangnya.

Mengenai kondisi enam siswa SD Negeri Gendongan 1 yang dinyatakan positif Covid-19, Wuri mengungkapkan semua berangsur baik dan sehat. “Mereka kan tanpa gejala, hanya satu siswa yang menderita flu meriang. Tapi kondisinya baik semua, ada perawatan juga dari tenaga medis,” paparnya.

Dari kejadian tersebut, lanjutnya, PTM di SD Negeri Gendongan 1 dihentikan selama dua minggu. “Kita tidak mau ambil risiko, jadi dihentikan selama dua minggu agar semua kondusif. Termasuk kesiapan dari sekolah meski sudah luar biasa, harus berani tegas jika ada yang bergejala sakit,” kata Wuri.

Wuri menyampaikan saat ini Kota Salatiga berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. “Dengan kondisi tersebut tentu ada banyak pembatasan. Kita kejar terus agar bisa ke Level 2, vaksinasi sudah lebih 100 persen. Tracing kita juga luar biasa, TNI dan Polri mendukung sangat luar biasa, semua kerja keras agar keadaan membaik,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved