KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cegah Penyebaran LSD, Kepala Dispangtan, Henny Mulyani Meminta Peternak Sapi Lebih Waspada

Cegah Penyebaran LSD, Kepala Dispangtan, Henny Mulyani Meminta Peternak Sapi Lebih Waspada

Cegah Penyebaran LSD, Kepala Dispangtan, Henny Mulyani Meminta Peternak Sapi Lebih Waspada

RASIKAFM.COM, – SALATIGA – Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga, Henny Mulyani, kepada peternak sapi agar mereka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Menurutnya di penyakit tersebut harus diwaspadai karena LSD sangat mudah menular dan di Kota Salatiga terdapat satu sapi yang terindikasi LSD.

Kasus LSD berada di Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.

“Jenis sapi perah, ada satu ekor yang terindikasi. Gejalanya demam tinggi, nafsu makan naik turun serta timbul benjolan berisi cairan di bagian dada dan punggung,” kata Henny kepada wartawan.

Pihaknya sudah menindaklanjuti terkait laporan kasus tersebut dengan melakukan pengobatan dan langkah koordinasi dengan BBVet wates dan Dinkeswan Propinsi Jateng.

“BBVet Wates sudah melakukan pengambilan sampel terhadap semua sapi di kandang tersebut. Kita masih menunggu hasilnya,” jelasnya.

Beberapa sapi juga sudah dilakukan isolasi karantina, pengobatan dan perawatan luka bagi yang terpapar.

“Untuk semua peternak kami imbau melakukan pengendalian vektor dan biosecurity,” ungkapnya.

Menurutnya hewan ternak yang terjangkit LSD terdapat gejala demam mencapai suhu 41 derajat, produksi susu turun, benjolan berisi cairan di kulit, nafas cepat.

“Ada juga leleran di hidung dan mata, serta nafsu makan turun,” katanya.

Dirinya menghimbau untuk para peternak khususnya di Kota Salatiga yang memiliki hewan peliharaan terindikasi LSD harus segera melapor ke dinas terkait agar cepat ditangani.

“Penanganan terhadap ternak yang terkena LSD harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar tidak menular,” paparnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]