URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Paska cuaca buruk membuat berbagai macam harga ikan segar meningkat membuat para pedagang ikan di Pasar Kembangsari Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengalami penurunan daya beli.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cuaca Buruk Harga Ikan Segar Naik, Akibatnya Daya Beli Warga di Pasar Kembangsari Turun

Cuaca Buruk Harga Ikan Segar Naik, Akibatnya Daya Beli Warga di Pasar Kembangsari Turun

Cuaca Buruk Harga Ikan Segar Naik, Akibatnya Daya Beli Warga di Pasar Kembangsari Turun

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Paska cuaca buruk membuat berbagai macam harga ikan segar meningkat.

Hal tersebut membuat para pedagang ikan di Pasar Kembangsari Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengalami penurunan daya beli.

Seperti halnya yang dirasakan pedagang ikan, Tri Murni mengaku dirinya resah dengan harga ikan yang meningkat saat ini.

Menurutnya harga ikan segar saat ini meningkat hingga Rp 5 ribu per kilogram.

“Harga saat ini yang biasanya Rp 25 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp 30 ribu per kilogram,” kata Tri kepada media kamis (12/1/2023).

Kenaikan harga ini dirasakannya sejak awal tahun 2023.

“Harga ini mulai naik sejak awal Januari 2023,” jelasnya.

Dirinya mengaku akibat cuaca buruk, pasokan ikan segar juga berkurang.

“Cuaca buruk ini membuat para nelayan takut melaut jadi ikan-ikan ini sekarang persediaannya jadi turun,” ucapnya.

Harga ikan mujair dan nila per kilogram mencapai Rp 30 ribu, namun untuk harga udang per kilogram mencapai Rp 100 ribu.

“Kalau ikan naiknya Rp 5 ribu, namun kalau udang yang biasa Rp 60 ribu sekarang Rp 100 ribu per kilogram,” ungkapnya.

“Namun ada juga yang sampai Rp 120 ribu per kilogram,” tambahnya.

Saat tingginya harga udang, ukuran udang juga sedikit lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, harga cumi-cumi juga mengalami penaikan harga mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

“Harga cumi-cumi dulu Rp 50 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp 60 ribu per kilogram,” paparnya.

Dengan naiknya harga tersebut, mengakibatkan sepi pembeli.

“Sudah sepi, pendapatan juga jadi menurun,” katanya.

Sementara itu, pembeli, Rini berharap agar harga ikan segera kembali normal.

“Kalau pengennya harga kembali normal kembali seperti dulu,” kata Rini.

Dirinya juga mengurangi jumlah pembelian ikan akibat harga yang melambung tinggi.

“Saya kurangi jumlahnya namun saya tetap membeli ikan segar,” ungkapnya. (Rief)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan