URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Upaya Mengatasi Kurangnya Ruang Kelas. Dalam Tahun Ajaran 2022/2023, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang melakukan evaluasi terhadap daya tampung siswa di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kepala Disdikbudpora, Sukaton Purtomo Priyatmo, mengusulkan penambahan ruang kelas di beberapa SMP di Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bawen, dan Ambarawa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Daya Tampung Tak Mencukupi, Disdikbudpora Usulkan SMP Tambah Ruang Kelas

Daya Tampung Tak Mencukupi, Disdikbudpora Usulkan SMP Tambah Ruang Kelas

Daya Tampung Tak Mencukupi, Disdikbudpora Usulkan SMP Tambah Ruang Kelas

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo. (Foto/win)

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Memasuki Tahun Ajaran (TA) 2022/2023, beberapa evaluasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang. Salah satunya adalah mengenai daya tampung siswa di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dirasa kurang.

Menurut penuturan Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo, Kabupaten Semarang saat ini memiliki 501 gedung Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta yang tersebar di 19 kecamatan. Sedangkan untuk SMP berjumlah 101 gedung.

“Bisa dibayangkan berapa banyak lulusan SD yang hendak melanjutkan ke jenjang SMP,” ujarnya di Ungaran, Kamis (8/6/2023).

Atas hal itu, lanjut Sukaton, ia mengusulkan agar pihak SMP dapat menambah ruang kelas agar daya tampung mencukupi. Terutama SMP yang berada di Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bawen, dan Ambarawa.

“Bukan nambah gedung sekolah lho ya, tapi ruang kelasnya saja. Kalau di daerah perbatasan relatif aman (daya tampungnya),” terangnya.

Rencana penambahan kelas itu menurutnya sudah mendesak. Sebab ia mendapatkan banyak masukan dan keluhan dari wali dan orang tua peserta didik. Terlebih setelah masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP TA 2022/2023 berakhir.

“PPDB SMP sudah selesai akhir Maret lalu. Ya ini evaluasi untuk PPDB tahun depan,” ungkapnya.

Sukaton merinci beberapa SMP yang terbilang ‘penuh’ adalah di SMPN 1 sampai 5 Ungaran, SMPN 1 dan 2 Bergas, SMPN 1 Bawen, dan SMPN 2 Ambarawa. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved