URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan bidang di sepanjang jalan di kawasan exit tol Tingkir, Salatiga, tepatnya mulai dari Tingkir hingga Barukan, terkena dampak dari proyek pelebaran jalan umum di akses pintu keluar dan masuk ke gerbang tol.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Demi Kelancaran Lalin di Sekitar Exit Tol Tingkir, Ratusan Bidang Tanah Akan Dibebaskan

Demi Kelancaran Lalin di Sekitar Exit Tol Tingkir, Ratusan Bidang Tanah Akan Dibebaskan

Demi Kelancaran Lalin di Sekitar Exit Tol Tingkir, Ratusan Bidang Tanah Akan Dibebaskan

Ratusan bidang di sepanjang jalan di kawasan exit tol Tingkir, Salatiga, tepatnya mulai dari Tingkir hingga Barukan, terkena dampak dari proyek pelebaran jalan umum di akses pintu keluar dan masuk ke gerbang tol.
Foto dok IST
Jalur exit Tol Tingkir Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan bidang di sepanjang jalan di kawasan exit tol Tingkir, Salatiga tepatnya mulai Tingkir hingga Barukan terkena proyek pelebaran jalan umum di akses pintu keluar dan masuk ke gerbang tol. Sejauh ini, proyek tersebut masih dalam proses pembebasan lahan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga Syahdani Onang Prastowo mengatakan, pembebasan tanah ini dilakukan untuk memperluas akses jalan menuju gerbang tol Salatiga. “Pelebaran jalan tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan exit tol Salatiga. Sehingga saat momen tertentu seperti mudik lebaran, jalan tersebut tidak macet lagi,” katanya

Pembangunan akses jalan exit tol Tingkir diestimasikan membutuhkan lahan seluas sekitar 26.000 meter persegi. Kebutuhan lahan ini dihitung berdasarkan panjang dan lebar jalan yang akan dibangun.

Berdasarkan perencanaan, panjang jalan exit tol Tingkir mencapai 2 kilometer. Adapun lebarnya 21 meter. Dan jalan akses exit tol harus sesuai dengan konstruksi jalan nasional.

Sementara itu, sejumlah warga Tingkir mendukung rencana pelebaran jalan kawasan exit tol Tingkir, Salatiga. Mereka menilai pelebaran jalan tersebut mendesak dilakukan agar jalan tidak rawan kecelakaan lalu lintas.

“Kondisi jalan sempit dan tidak layak untuk exit tol. Maka dari itu, jalan harus dilebarkan agar tidak sering macet dan tidak rawan kecelakaan,” kata Fatoni (35) warga Tingkir Tengah, Tingkir.

Dia mengatakan, sepanjang jalan mulai Tingkir hingga Barukan banyak persimpangan jalan menunju perkampungan warga. Saat arus lalu lintas padat, dipastikan terjadi kemacetan karena banyak warga ke luar masuk kampung.

“Saat arus lalu lintas padat, warga yang hendak ke luar dari kampung juga harus bersabar menunggu ada jeda kendaraan yang melintas. Kalau tidak sabar, ya bisa bahaya,” ucapnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga