URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran melanda lima warung di Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (14/4/2026), diduga akibat aktivitas memasak gorengan. Api cepat merembet karena bangunan berbahan kayu, sementara petugas mengerahkan empat armada pemadam untuk memadamkan dan melakukan pendinginan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Lupa Matikan Kompor, Lima Warung Ludes Dilalap Api di Wujil Bergas

Diduga Lupa Matikan Kompor, Lima Warung Ludes Dilalap Api di Wujil Bergas

Diduga Lupa Matikan Kompor, Lima Warung Ludes Dilalap Api di Wujil Bergas

Petugas pemadam kebakaran melakukan upaya pendinginan di deretan warung yang ludes dilalap api, Lingkungan Krajan Kidul, Kelurahan Wujil, Bergas, Selasa (14/4/2026). Foto: win
Petugas pemadam kebakaran melakukan upaya pendinginan di deretan warung yang ludes dilalap api, Lingkungan Krajan Kidul, Kelurahan Wujil, Bergas, Selasa (14/4/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kebakaran hebat melanda deretan warung di Jalan Kancing Mas, Krajan Kidul, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (14/4/2026). Sedikitnya lima warung hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan.

Saksi mata, Indra Maula Kurniawan (16) yang bekerja di sebuah bengkel tak jauh dari lokasi kebakaran menuturkan saat tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi menyala dan mulai membesar. Ia sempat berupaya memadamkan api dengan kain basah, namun kobaran api terus muncul kembali.

“Awalnya api sudah menyala di bagian wajan penggorengan. Saya sempat menutup dengan kain basah, sempat padam, tapi menyala lagi. Ternyata di bagian belakang lemari api sudah besar, akhirnya merembet ke seluruh bangunan,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, saat kejadian terdapat dua orang di lokasi, yakni pemilik warung dan seseorang yang sedang memasak. Keduanya berhasil menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan warga.

“Api cepat merembet karena bangunan didominasi material kayu,” ungkapnya.

Petugas Pemadam Kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Joko Sukaryono, menjelaskan kebakaran diduga berasal dari aktivitas memasak gorengan menggunakan kompor.

“Perkiraan awal, api berasal dari kompor saat aktivitas memasak gorengan, kemudian memicu kebakaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, api pertama kali muncul di warung bagian tengah, kemudian merembet ke warung lain di sekitarnya hingga total lima warung terdampak.

Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan empat armada pemadam dari pos Ungaran, Ambarawa, Bawen, dan Bergas, serta dibantu satu tangki suplai air dari BPBD. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.

“Korban jiwa nihil. Saat ini kami masih fokus pada proses pendinginan. Untuk kerugian material masih dalam pendataan oleh pihak terkait,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pendinginan oleh petugas pemadam kebakaran masih terus dilakukan. Sementara pemilik warung dibantu warga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga