RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Diduga Terseret Arus Banjir, Pekerja Proyek Bendungan Jragung Pringapus Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting

Diduga Terseret Arus Banjir, Pekerja Proyek Bendungan Jragung Pringapus Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting

Diduga Terseret Arus Banjir, Pekerja Proyek Bendungan Jragung Pringapus Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Dusun Sapen Desa Candirejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah aliran sungai, Senin (5/2/2024) malam. Jenazah ini ditemukan oleh warga tersangkut ranting pepohonan di tepian sungai.

Kejadian ini kali pertama diketahui oleh salah seorang warga setempat sekira pukul 22.15 WIB. Saat ditemukan, warga lokal tidak ada yang mengenali. Ditambah lagi, korban tidak membawa identitas diri.

“Korban terbenam lumpur yang hanyut terbawa arus sungai yang berada di belakang rumah warga, mengingat sejak sore hari sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang diguyur hujan deras,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/2/2024).

Setelah dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan warga di sekitar lokasi, lanjut Kapolres, identitas korban dapat diketahui. Korban merupakan salah seorang pekerja proyek Bendungan Jragung.

“Korban diketahui bernama Rudal Ricky Sihombing (42), warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sehari-hari bekerja sebagai operator excavator,” urainya.

Sementara Kapolsek Bergas AKP Wahyono menerangkan waktu korban hendak pulang ke rumah diduga terseret arus sungai saat melintas di atas Jembatan Pelangi Dusun Kedung Glatik. Korban sempat diingatkan oleh rekan kerjanya untuk tidak pulang terlebih dahulu karena cuaca masih hujan lebat. Namun korban nekat memaksa pulang dengan mengendarai sepeda motor.

“Sekitar pukul 22.15 WIB pihak proyek menerima laporan bahwa telah ditemukan jenazah oleh warga. Bagian Safety Officer proyek datang ke lokasi dan membenarkan bahwa korban merupakan salah seorang pekerja proyek,” ujarnya.

Setelah diketahui identitasnya, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran oleh Unit Inafis Polres Semarang untuk dilakukan visum luar. Diketahui penyebab kematian korban karena tenggelam. Selain itu terdapat bekas benturan pada pelipis kanan, hidung, bahu dan paha kanan.

“Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan sepeda motor yang digunakan korban hingga saat ini masih dalam proses pencarian,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

kecelakaan
Duka di Malam Sabtu, Pengendara Honda Beat alami Laka hingga Meninggal
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis