RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Digelar secara Sederhana, Warga Binaan Peringati Maulid Nabi

Digelar secara Sederhana, Warga Binaan Peringati Maulid Nabi

Digelar secara Sederhana, Warga Binaan Peringati Maulid Nabi

Warga binaan Rutan Salatiga saat peringati Maulid Nabi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga menggelar kegiatan doa dan sholawat bersama. Rabu (17/09).

Kegiatan yang digelar diselasar dalam Rutan, secara langsung dipimpin Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto.

Anton mengatakan peringatan Maulid Nabi ini sebagai program pembinaan untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan warga Binaan.

“Kegiatan ini tentunya wujud program pembinaan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” kata Anton.

Anton menjelaskan pelaksanaan doa dan shalawat bersama ini menjadi salah satu energi positif untuk menyalurkan semangat keagaman dan sesuai tema untuk meneladani akhlak Rasulullah sebagai bekal pembinaan dan refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kami berharap para warga binaan maupun petugas untuk meneladani Rasulullah dengan menerapkan dalam kehidupan sehari – hari dan tentunya menjadi bagian refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih agamis dan lebih baik,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri berbagai stakeholder yang memberikan pembinaan bagi warga binaan seperti dari Pokjaluh Kementerian Agama, Yayasan Hati Beriman, Ponpes Agro Nuur El Falah jajaran TNI-Polri dan rekanan lainnya.

Peringatan Maulid kali ini walaupun digelar dengan sederhana tetapi juga diiringi tim Hadroh Al Hijrah yang beranggotakan warga binaan yang melantukan sholawat – sholawat dan lagu islami yang ditirukan oleh warga binaan dengan khidmat dan khusuyu.

Ditutup dengan tausiyah oleh KH. Yahya Al Mutamakkin pimpinan Ponpes Madinah Munawwarah Semarang memberikan beberapa pesan penting agar para warga binaan walaupun sedang berada di Rutan agar tetap bersabar, ikhlas dan tetap istiqomah.

“Semua orang tentunya ingin selamat Dunia – Akhirat, walaupun saat ini berada di Rutan tetapi ingat, selalu tunaikan sholat, perbanyak sholawat, insyaallah jadikan hati yang senang, tenteram dan ikhlas,” ucapnya.

KH Yahya Al Mutamakkin tidak lupa mengajak para warga binaan untuk selalu mendoakan para keluarga dirumah maupun keluarga yang telah tiada.

“Dengan doa yang selalu kita panjatkan, semoga menjadi penyemangat dan pengingat bagi kita, jangan lupa memohon ampunan dan syafaat, pasti Allah SWT selalu memberikan pintu taubat dan jalan terbaik untuk kita semua,” tandasnya.

Suasana saat tim hadroh Al-Hijrah Salatiga

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran