URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) siang hingga petang kemarin mengakibatkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Tak kurang dari 17 titik lokasi, bencana berupa luapan sungai dan tanah longsor terjadi dan menyebabkan sejumlah kerusakan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diguyur Hujan Lebih dari 4 Jam, Kabupaten Semarang ‘Dikepung’ 17 Titik Bencana Hidrometeorologi

Diguyur Hujan Lebih dari 4 Jam, Kabupaten Semarang ‘Dikepung’ 17 Titik Bencana Hidrometeorologi

Diguyur Hujan Lebih dari 4 Jam, Kabupaten Semarang ‘Dikepung’ 17 Titik Bencana Hidrometeorologi

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) siang hingga petang kemarin mengakibatkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Tak kurang dari 17 titik lokasi, bencana berupa luapan sungai dan tanah longsor terjadi dan menyebabkan sejumlah kerusakan.

Salah satunya yang terjadi di Lingkungan Sembungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Sungai Kaligarang yang meluap menyebabkan kawasan permukiman di sekitar kawasan sungai dan dua lembaga pendidikan yakni MTs NU dan SMK NU Ungaran terendam. Tak hanya itu, akses penghubung ke Kecamatan Ungaran Barat juga terputus akibat ketinggian air yang sempat mencapai 1 meter.

Dikatakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Juwair Suntara, bencana berupa luapan sungai dan tanah longsor lebih disebabkan karena kurangnya resapan air di daerah hulu.

“Bisa jadi banyaknya penebangan dan tidak diimbangi reboisasi sehingga penyerapan air kurang maksimal,” ujarnya saat ditemui di lokasi luapan Sungai Kaligarang, Lingkungan Sembungan, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu (4/1/2023) petang.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan oleh BPBD dan seluruh pihak terkait adalah dengan bersiaga penuh. Termasuk ketika diperlukan upaya evakuasi jika ada warga yang terjebak banjir atau perlu diungsikan dari lokasi rawan longsor.

“Bencana adalah tanggungjawab bersama, tentunya assesment-nya perlu dikeroyok bareng-bareng oleh seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha di sela-sela peninjauan lokasi luapan Sungai Kaligarang mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai atau tebing untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sebaiknya jangan tidur dulu, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selalu berhati-hati dan berkoordinasi dengan tim tanggap darurat bencana,” tuturnya.

Terkait luapan Sungai Kaligarang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat melakukan normalisasi aliran sungai dengan pengerukan sedimentasi.

“Kewenangan untuk Sungai Kaligarang bukan ada di kita, tapi kita akan komunikasikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, beberapa bencana yang terjadi selain luapan Sungai Kaligarang diantaranya tanah longsor di Dusun Pancuran Sumowono, Dusun Pluwang Pasekan Ambarawa, Dusun Kalilingsi Losari Sumowono, lapangan Desa Banyukuning Bandungan, Dusun Gondang Nyatnyono, dan Dusun Getuk Gondoriyo Bergas.

Kemudian luapan air sungai Perum Cemara Susukan Ungaran Timur, genangan air Perum Sidosari Amaya, luapan air kawasan Zico, dan luapan air akses masuk kantor DLH Kabupaten Semarang. (win)

 

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved