URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Doa dan sambutan hangat diberikan Habib Syekh Abdul Rahim Puang Makka (Habib Puang Makka) saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sowan ke kediamannya di Jl Baji Bicara Kota Makassar, Sabtu (8/10). Seperti sahabat lama, keduanya nampak akrab ngobrol sambil bercanda dan saling memuji satu sama lain.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Doa dan Sambutan Hangat Puang Makka untuk Ganjar

Doa dan Sambutan Hangat Puang Makka untuk Ganjar

Doa dan Sambutan Hangat Puang Makka untuk Ganjar

featured-img

MAKASSAR – Doa dan sambutan hangat diberikan Habib Syekh Abdul Rahim Puang Makka (Habib Puang Makka) saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sowan ke kediamannya di Jl Baji Bicara Kota Makassar, Sabtu (8/10). Seperti sahabat lama, keduanya nampak akrab ngobrol sambil bercanda dan saling memuji satu sama lain.

Ternyata, Puang Makka dan Ganjar sudah berteman lama. Keduanya sering bertemu saat ada acara pengajian bersama Habib Luthfi di Pekalongan. Puang Makka merupakan pengasuh Jam’iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary.

Selain itu, ayahanda Puang Makka, yakni Puang Ramma adalah sahabat KH Hisyam Kalijaran, simbah mertua Ganjar Pranowo.

“Saya ini pengagum beliau sejak dulu, sejak di Senayan. Pemikirannya luar biasa. Selamat datang pak Ganjar di Makassar. Saya dan pak Ganjar ini sering ketemu kalau ada pengajian di Habib Luthfi Pekalongan,” kata Puang Makka saat menyambut Ganjar.

Ganjar kemudian diajak ngobrol di ruang tamu oleh Puang Makka. Di sana, sudah ada para kyai dari berbagai daerah di Makassar yang ikut menyambut kedatangan Ganjar.

Setelah ngobrol sebentar, Puang Makka langsung mengajak Ganjar masuk ke kamar pribadinya. Cukup lama Ganjar berdua di kamar dengan Puang Makka. Setelah keluar kamar, Ganjar kemudian diajak Puang Makka ngobrol bersama para kyai dan akademisi Makassar. Mereka membicarakan terkait kondisi bangsa.

“Jadi kami ingin tahu bagaimana pandangan Pak Ganjar terkait kondisi bangsa saat ini. Ini ada beberapa akademisi yang datang pengen diskusi dengan pak Ganjar,” kara Puang Makka.

Ganjar pun diskusi cukup lama. Ia menerangkan tentang bagaimana tantangan global ke depan dan bagaimana bangsa Indonesia bersiap menghadapi tantangan itu.

“Iya saya sebenarnya mau silaturahmi dengan Puang Makka, tapi terkejut ternyata di rumah beliau juga banyak akademisi. Puang Makka ini ternyata tidak hanya tokoh agama, tapi beliau juga tokoh budaya dan tokoh intelektual di Sulsel. Jadi banyak akademisi yang diskusi di sini,” kata Ganjar.

Ganjar menerangkan, diakusi berjalan santai. Tentang kondisi bangsa, mulai tantangan global hingga teknis seperti pendidikan, pangan, energi, pembangunan dan sebagainya.

“Saya surprise saja dengan sambutannya. Saya merasa tersanjung karena mendapatkan tempat terhormat. Ya karena saya juga dapat gelar Daeng Manaba, jadi saya seperti bertemu saudara sendiri di sini,” jelasnya.

Selain silaturahmi ke Puang Makka, Ganjar mengatakan kedatangannya ke Makassar juga sebagai promosi event Borobudur Marathon. Minggu besok, akan ada acara friendship run di Makassar dalam rangka persiapan Borobudur Marathon 2022.

“Saya ke sini untuk promosi Borobudur Marathon, setelah Semarang, Medan dan besok di Makassar. Mudah-mudahan besok akan banyak pelari Makassar yang ikut dan mereka bisa datang ke Borobudur Marathon pada November 2022 nanti. Lari bareng saya di kawasan Borobudur,” pungkasnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon