URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPRD Kota Salatiga melalui Komisi C dan Pansus Sampah menyoroti persoalan TPA Ngronggo yang berpotensi overload dalam dua tahun. Ketua Komisi C Heri Subroto menegaskan langkah perbaikan dilakukan bersama Dinas LH dan DPU, termasuk pengendalian sampah dari hulu ke hilir serta penertiban industri tak berizin.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DPRD Salatiga Bentuk Pansus Penanganan TPA Ngronggo, Hadapi Krisis Sampah

DPRD Salatiga Bentuk Pansus Penanganan TPA Ngronggo, Hadapi Krisis Sampah

DPRD Salatiga Bentuk Pansus Penanganan TPA Ngronggo, Hadapi Krisis Sampah

DPRD Kota Salatiga melalui Komisi C dan Pansus Sampah menyoroti persoalan TPA Ngronggo yang berpotensi overload dalam dua tahun. Ketua Komisi C Heri Subroto menegaskan langkah perbaikan dilakukan bersama Dinas LH dan DPU, termasuk pengendalian sampah dari hulu ke hilir serta penertiban industri tak berizin.
Foto dok IST
Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo, Kota Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Problematika sampah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, tengah menjadi perhatian serius. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas (overload) dalam dua tahun ke depan. Selain itu, warga sekitar juga sempat mengeluhkan bau menyengat akibat pengolahan sampah yang belum maksimal di lokasi tersebut.

Melihat kondisi ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Salatiga. Melalui Komisi C dan Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Sampah, DPRD rutin melakukan langkah-langkah percepatan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Salatiga, Heri Subroto, mengaku pihaknya telah mengakomodasi tuntutan warga Promasan, Kecamatan Argomulyo, yang sebelumnya memprotes bau tidak sedap dari truk-truk pengangkut sampah menuju TPA Ngronggo.

“Untuk tuntutan warga Promasan sudah dipenuhi, dari mulai bau sampah dari truk, sampah-sampah yang tercecer di jalan. Kita sudah merekomendasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk memperbaikinya agar sampah tidak tercecer, yaitu dengan menambah jaring (di atas truk sampah),” kata Heri.

Ia menambahkan, sejauh ini persoalan sampah tercecer sudah tertangani. Namun pihaknya masih menerima laporan bau yang diduga berasal dari TPA Ngronggo dan industri bulu ayam di sekitar lokasi.

“Karena kita bicara Perda dan perizinan (bulu) belum lengkap maka Komisi C merekomendasikan untuk ditutup sementara sampai keluarnya izin tersebut,” terangnya.

Heri menjelaskan, menghadapi potensi overload di TPA Ngronggo, pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan termasuk studi banding untuk menentukan formulasi penanganan yang tepat, baik di lokasi TPA maupun pengendalian sampah dari hulu ke hilir.

“Sudah kami sampaikan ke Dinas LH sebagai eksekutor untuk melakukan beberapa hal. Yang perlu kita usulkan bagaimana pemerintah kota mampu memberikan intervensi kepada masyarakat. Perlu dievaluasi terkait Perwalinya, mungkin penekanan penggunaan plastik juga sosialisasi kepada masyarakat terkait biopori, kapan itu dilaksanakan. Namun dari dinas menyampaikan kepada kami itu (biopori) zero anggaran. Namun kita belum menyepakati itu zero anggaran, karena bagaimanapun itu akan menimbulkan biaya terhadap masyarakat yang membuat, baik RT/RW,” papar Heri.

Sementara itu, DPRD Salatiga menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan sampah dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Sampah yang diketuai Untung Haryanto. Pansus tersebut sudah tiga kali melakukan rapat dan pembahasan terkait solusi pengelolaan sampah.

“Pertama kami melakukan rapat internal, kemudian rapat bersama Sekda dan dinas terkait yaitu LH dan DPU, dan pertemuan ketiga audiensi dengan LH dan aliansi mahasiswa,” kata Untung.

Ia menambahkan, Pansus Sampah telah menyusun langkah kegiatan hingga tahap penyusunan rekomendasi penanganan sampah di Salatiga.

“Untuk yang krusial adalah penanganan sampah di TPA Ngronggo dari hulu dan hilirnya. Kita bersama-sama dengan pihak terkait untuk bisa menemukan solusi penyelesaian sampah di Salatiga,” tandasnya.

BACA JUGA :

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan personel. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyebut langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang telah mencapai 80 kejadian hingga awal Agustus 2026, didominasi kebakaran hutan dan lahan.
Cegah Kebakaran TPA Blondo, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot Titik Rawan
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, meminta pemerintah desa lebih tertib menyusun laporan keuangan BUMDes setiap semester sesuai ketentuan, sekaligus memastikan komitmen desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved