URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Setelah 2 tahun vakum akibat pandemi, kegiatan kunjungan tahun barunan di dusun Tugu desa Bener Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang meriah. Hal ini terjadi setelah 2 tahun sebelumnya kegiatan saling mengunjungi dan merayakan tahun baru yang diadakan setiap tanggal 1 ditiadakan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Tahun Vakum, Tradisi Kunjungan Tahun Barunan di Dusun Tugu Pada Awal 2023 Meriah

Dua Tahun Vakum, Tradisi Kunjungan Tahun Barunan di Dusun Tugu Pada Awal 2023 Meriah

Dua Tahun Vakum, Tradisi Kunjungan Tahun Barunan di Dusun Tugu Pada Awal 2023 Meriah

featured-img

RASIKAFM. COM – SALATIGA – Setelah 2 tahun vakum akibat pandemi, kegiatan kunjungan tahun barunan di dusun Tugu desa Bener Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang meriah.
Hal ini terjadi setelah 2 tahun sebelumnya kegiatan saling mengunjungi dan merayakan tahun baru yang diadakan setiap tanggal 1 ditiadakan.

Namun hal ini tidak berlaku pada 1 Januari 2023, dimana nampak ribuan Warga memadati dusun yang terkenal dengan nama “Kampung Kristenan” tersebut.

Pantauan rasikafm.com tamu dan family dari wilayah kabupaten Semarang Salatiga dan sekitarnya tampak bersilaturahmi ke wilayah dusun Tugu.

kepada wartawan kadus Tugu Sri Nanda Yudi Himawan mengatakan kegiatan ini sudah ada sejak turun temurun, bahkan kegiatan pada tanggal 1 Januari ini selalu dinantikan berbagai kalangan termasuk anak kecil yang mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah, “seperti trend Idul Fitri pada umat muslim, setiap tanggal 1 didusun kami juga mengadakan acara, awalnya dulu hanya beberapa rumah saja yang mengadakan kunjungan namun lama kelamaan warga di satu Dusun tersebut mengadakan tradisi saling kunjung mengunjungi, bahkan warga dari luar daerah” ucap Kadus Nanda.

Acara saling mengunjungi di tahun baru ini menjadikan tradisi tersendiri, banyak pihak menilai hal ini merupakan kegiatan positif karena bisa menambah silaturahmi.

Bagi Muhtadi, warga RT 5 RW 4 perumahan Taman Manunggal Asri, Dusun Tugu Bener mengaku tradisi saling mengunjungi di awal tahun baru hendaknya bisa dipertahankan. Ia bahkan sengaja menyempatkan diri berkeliling dusun bersama warga lain didampingi ketua RT “ini merupakan kegiatan positif bisa mengembangkan silaturahmi bahkan warga dari luar daerah pun sengaja menyempatkan diri untuk saling mengunjungi, diharapkan tidak akan luntur ditelan zaman” ungkap Cimeng panggilan akrab Muhtadi.

Pantauan wartawan kegiatan tanggal 1 januari tersebut berlangsung mulai pagi hingga malam hari, sedangkan biasanya di tanggal 2 januari kegiatan keliling dilakukan justru oleh warga Dusun Tugu, karena pada satu hari sebelumnya mereka tidak bisa berkeliling akibat banyaknya tamu yang datang ke wilayah dusun Tugu.

Muhtadi alias Cimeng saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan