RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ini yang Dilakukan PDIP Kabupaten Semarang

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ini yang Dilakukan PDIP Kabupaten Semarang

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ini yang Dilakukan PDIP Kabupaten Semarang

Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan bantuan secara simbolis bibit tanaman ketela kepada perwakilan petani di Desa Lerep, Ungaran Barat, Jumat (17/1/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dalam rangka memperingati HUT ke-52 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), DPC PDIP Kabupaten Semarang melakukan penanaman tanaman pengganti beras di Desa Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (17/1/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha menjelaskan, dalam penanaman kali ini pihaknya menanam berbagai jenis tanaman pengganti beras, seperti pisang, ketela, jagung, dan umbi-umbian lainnya.

“Untuk Kabupaten Semarang, kami menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Lahan jagung mencapai sekitar 300 hektare, sementara untuk ketela kami menanam 30 hektare dan untuk pisang sudah ada sekitar 10 hektare yang kami minta untuk dirawat,” ujarnya.

Ia berharap hasil dari tanaman ini dapat dinikmati oleh masyarakat setempat. “Program ini diharapkan bisa membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional kita,” tambah Ngesti.

Selain itu, Ngesti menambahkan bahwa produk olahan dari tanaman ini juga bisa bermanfaat, seperti pisang yang bisa diolah menjadi tepung, pisang goreng, atau bolu pisang, sementara ketela bisa dijadikan tepung mocaf dan berbagai produk lainnya.

“Kami mendukung penuh terhadap program ini berupa pemberian bibit tanaman, di samping bantuan yang berasal dari pemerintah daerah,” lanjutnya.

Sementara Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, mengucapkan rasa terima kasih karena wilayahnya terpilih sebagai lokasi penanaman tanaman pengganti beras.

“Di wilayah kami, sumber air untuk irigasi terbatas, sehingga kami kembangkan tanaman durian dan buah-buahan lainnya. Namun, di sela-sela tanaman tersebut, kami masih bisa menanam umbi-umbian dan jagung. Program ini sangat cocok dengan kondisi kami, terutama dengan keterbatasan air,” katanya.

Sumaryadi menambahkan, ada sekitar 40 hektare lahan miring di desa Lerep yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pengganti beras. Ia juga menerangkan bahwa bantuan dari pemerintah, seperti pendampingan, penyuluhan, dan bibit, sangat membantu kelompok tani di desanya.

“Di desa kami, kami memiliki pasar jajanan ndeso yang menjual berbagai produk olahan hasil pertanian, salah satunya olahan singkong yang terkenal dengan nama krowodan udan angin. Filosofinya, saat musim paceklik atau hujan besar, tanaman padi tidak bisa tumbuh optimal. Jadi, masyarakat mengandalkan pisang rebus, jagung rebus, dan singkong rebus untuk memenuhi kebutuhan pangan,” jelas Sumaryadi. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157