URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Adi Sucipto, Kota Salatiga, antara sepeda motor Yamaha Mio Soul dan Yamaha Aerox pada Rabu malam, 12 Maret 2025, yang menyebabkan pengendara Yamaha Mio Soul, Muhammad Sholeh (41), mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia di RSUD Kota Salatiga pada Kamis pagi, 13 Maret 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Duo Yamaha Tabrakan di Salatiga, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Duo Yamaha Tabrakan di Salatiga, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Duo Yamaha Tabrakan di Salatiga, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Adi Sucipto, Kota Salatiga, antara sepeda motor Yamaha Mio Soul dan Yamaha Aerox pada Rabu malam, 12 Maret 2025, yang menyebabkan pengendara Yamaha Mio Soul, Muhammad Sholeh (41), mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia di RSUD Kota Salatiga pada Kamis pagi, 13 Maret 2025.
Foto dok Polres
Motor korban yang alami laka
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Adi Sucipto, Kota Salatiga, antara sepeda motor Yamaha Mio Soul dan Yamaha Aerox pada Rabu (12/3/25) malam. Akibat insiden tersebut, pengendara Yamaha Mio Soul, Muhammad Sholeh (41), mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Salatiga sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis pagi (13/3/25).

Dalam konfirmasinya, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Salatiga, AKP Darmin, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia pada Kamis pagi.

“Kecelakaan ini mengakibatkan satu korban mengalami luka berat di bagian kepala dan kaki. Korban sempat dirawat di RSUD Kota Salatiga, namun pada Kamis pagi dinyatakan meninggal dunia,” ujar AKP Darmin.

Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan terjadi ketika Muhammad Sholeh, pengendara Yamaha Mio Soul bernomor polisi H-6990-TB, melaju dari arah selatan ke utara (dari Alun-Alun Pancasila menuju Simpang Tiga Kemuning). Saat tiba di lokasi kejadian, korban bermaksud berbelok ke kanan menuju sebuah minimarket.

Namun, pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan, datang sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi H-6724-TK yang dikendarai Bagas Anggara Saputra (24). Diduga, korban tidak memperhatikan arus lalu lintas saat berbelok, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat benturan keras, Muhammad Sholeh mengalami luka sobek dan memar di bagian kepala serta luka di kedua kakinya. Sementara itu, Bagas Anggara Saputra tidak dilaporkan mengalami luka serius.

AKP Darmin mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat berbelok atau melintas di jalur padat kendaraan.

“Kami mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan lampu sein dengan benar, dan memastikan kondisi jalan aman sebelum berbelok agar kecelakaan serupa tidak terjadi,” pungkasnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna memastikan faktor-faktor penyebab kecelakaan secara lebih rinci.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta