URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Kepala MTsN 1 Semarang, Muh Muslimin, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Ta'yinul Birri Bagus Nugroho. Usai meninjau pembibitan Maggot di MTsN kabupaten Semarang (Foto Arief rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Prihatin masih adanya sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa siswi di MTsN Kabupaten Semarang (MTs Negeri Susukan) dijalan Sruwen-Karanggede KM 7 Susukan, Kabupaten Semarang, Memaksa pihak sekolah harus memutar otak dan bekerja lebih keras.

Apalagi kini tercatat di sekolah tersebut juga ada kompleks sekolah berasrama (boarding school) sehingga mensisakan banyak tumpukan sampah.

Kepada rasikafm.com, Kepala MTsN 1 Kabupaten Semarang, Muh Muslimin, S.Ag, M.Pd.I, Mengatakan persoalan sampah organik menjadi problematika tersendiri.

“Saat ini kami berusaha mengolah sampah itu agar lebih bermanfaat, sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan manifestasi dari iman, sebuah gerakan konkret bernama Ecotheology.” Kata Muslimin.

Menurutnya langkah kongkret itu adalah dengan mengolah sampah menjadi bahan pakan utama bagi larva maggot. Dengan kemampuan mengurai sampah Integrasi antara nilai spiritual dan tanggung jawab ekologis mengubah limbah domestik siswa menjadi deretan produk bernilai guna tinggi, mulai dari energi alternatif hingga komoditas ekonomi.

Muslimin menyebut Langkah revolusioner ini bermula dari rasa penasaran akademis. Berawal dari penelitian siswa untuk ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), inovasi budidaya maggot (Black Soldier Fly) di MTsN 1 Kabupaten Semarang kini telah menjelma menjadi unit produksi massal yang mandiri dan menghasilkan nilai jual.

“Setiap harinya, sampah organik yang berasal dari dapur boarding school dan sisa konsumsi makanan MBG ini tidak berakhir di TPA, melainkan menjadi bahan pakan utama bagi larva maggot. Dengan kemampuan mengurai sampah organik hingga beberapa kali lipat berat tubuhnya dalam hitungan hari, maggot-maggot ini menjadi mesin daur ulang alami yang sangat efisien.” Tambahnya.

Siswa sedang menunjukkan maggot

Hingga kini, MTsN 1 Kabupaten Semarang telah rutin memproduksi maggot dalam dua varian komersial: maggot basah untuk pakan langsung perikanan/peternakan, dan maggot kering (dried maggot) yang memiliki masa simpan lebih lama dan bernilai jual tinggi di pasaran.

Muh Muslimin, menegaskan bahwa seluruh ekosistem ini dibangun untuk membentuk karakter siswa.”Kami ingin siswa paham bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Status Madrasah

Adiwiyata yang kami sandang bukan sekadar plakat di dinding, tapi budaya hidup. Kami juga meluncurkan Podcast sebagai syiar digital untuk menyebarluaskan virus kebaikan lingkungan ini ke sekolah-sekolah lain,” ujar Muslimin saat ditemui di sela-sela peluncuran podcast, Sabtu (30/5/2026).

Apresiasi tinggi dari Kemenag

Kemenag Kabupaten Semarang menyebut apa yang dilakukan oleh MTsN 1 Kabupaten Semarang di Susukan ini adalah purwarupa ideal dari visi besar kementerian.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I, M.Pd.I. mengatakan jika apa yang sudah dilakukan MTsN ini bisa dicontoh sekolah lain. “Ini adalah implementasi nyata dari Asta protas, program prioritas Kemenag mengenai ecotheology. Madrasah ini berhasil mengintegrasikan kesalehan ritual, anak-anak madrasah kita sudah punya jawabannya, mengubah tinja jadi gas, plastik jadi bensin, dan sampah jadi rupiah,” tegas H. Ta’yinul Birri dengan nada bangga.

– Kepala MTsN 1 Kabupaten Semarang, Muh Muslimin
– Ta’yinul Birri Bagus Nugroho media

BACA JUGA :

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
molinas
Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan