KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ganjar Ajak Kepala Desa Percepat Atasi Kemiskinan

Ganjar Ajak Kepala Desa Percepat Atasi Kemiskinan

Ganjar Ajak Kepala Desa Percepat Atasi Kemiskinan

Pada Sarasehan Kepala Desa se-Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memotivasi kepala desa dan perangkatnya untuk mengatasi kemiskinan dengan cepat. Ganjar mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp8 triliun kepada desa sejak 2013, termasuk Rp1,7 triliun pada tahun 2023.
Foto: Pemprov Jateng
Sekitar 15 ribu kepala desa dan perangkatnya, mengikuti Sarasehan Kepala Desa se-Provinsi Jawa Tengah, di kompleks Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Senin (5/6/2023).

Semarang – Sekitar 15 ribu kepala desa dan perangkatnya, mengikuti Sarasehan Kepala Desa se-Provinsi Jawa Tengah, di kompleks Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Senin (5/6/2023). Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak mereka untuk berlari cepat menangani kemiskinan.

Ganjar mengatakan, sejak masa kepemimpinannya pada 2013 sampai sekarang, pihaknya telah menggelontorkan bantuan keuangan provinsi ke desa lebih dari Rp8 triliun. Pada 2023 ini saja, tercatat sekitar Rp1,7 triliun.
“Maksud saya, agar ini dikelola dengan baik. Sehingga nanti kualitasnya bagus, tidak ada temuan yang keliru begitu dan bisa berjalan,” kata Ganjar di lokasi.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan melakukan percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem. Termasuk dalam hal ini adalah penanganan stunting. Mengingat kemiskinan ekstrem memang menjadi perhatian nasional.

“Secara keseluruhan kan angka kemiskinan meningkat saat pandemi, hampir di semua tempat,” ujar Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar mencoba menggenjot semua sumber daya agar dikeluarkan, tidak hanya dari dana desa, dan APBD provinsi/kota/kabupaten, tapi juga program nasional, termasuk potensi lain untuk dimanfaatkan.

“Ada Baznas, CSR, filantropi, atau kelompok masyarakat yang kemarin terjun ke desa-desa. Pak Ganjar, kami mau bantu rumahnya saja, bantu jambannya saja, kami bantu air bersihnya saja. Perlu bantu penanganan stunting ya. Itu partisipasi mesti kita buka,” beber Ganjar.

Karenanya pada pertemuan dengan kades ini, gubernur menekankan siap menggenjot penanganan kemiskinan, setidaknya sampai September 2023 ini. Pihaknya terus berlari kencang secara maksimal, meski dalam beberapa hal tidak terkejar, tapi tidak boleh menyerah dengan alasan apapun. Makanya, dibutuhkan kolaborasi untuk mencapai semua itu.

“Maka kita genjot, kita kumpulkan hari ini, agar mereka menyiapkan dengan baik. Mereka sudah mendata, sebenarnya tinggal dari datanya mereka butuh apa untuk kita bisa melakukan percepatan. Kan kemampuannya terbatas. Maka butuh kolaborasi,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, imbuh Ganjar, di antaranya dengan desa digital. Seperti di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Desa itu dulunya kesulitan sambungan internet, namun kini sudah lebih maju.

“Alhamdulillah sudah mulai jalan ya. Di Desa Sepakung, mereka yang dulu betul-betul desa yang tidak ada internet, karena kreativitas desanya dia beli bandwith dari provider, dikelola Bumdes, dijual ke masyarakat. Hari ini luar biasa, perkembangan bagus, wisatawan datang banyak sekali,” bebernya.

Contoh lain, kata Ganjar, di Purworejo, di mana ada yang membikin aplikasi sangat bermanfaat untuk warga setempat di lingkungan desanya.

“Jadi inovasi desanya, kades-kades itu keren, dikumpulkan saja, nanti ditiru,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno menyampaikan, kehadiran kepala dan perangkat desa tersebut untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, dalam percepatan pembangunan di provinsi ini. Termasuk, dalam menyelesaikan berbagai persoalan, terutama kemiskinan ekstrem.

“Kita perlu koordinasi, dan kolaborasi mewujudkan desa mandiri. Kita mengundang 15 ribu kepala dan perangkat desa se-Jateng,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]