URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui ada beckingan yang besar pada galian tambang ilegal di Klaten Jawa Tengah. Hal itu Ganjar sampaikan usai keluhan warga di sosial media yang ditanggapi oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Akui Ada Beckingan Besar pada Tambang Ilegal di Klaten

Ganjar Akui Ada Beckingan Besar pada Tambang Ilegal di Klaten

Ganjar Akui Ada Beckingan Besar pada Tambang Ilegal di Klaten

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui memang ada beckingan yang besar pada galian tambang ilegal di Klaten Jawa Tengah. Hal itu Ganjar sampaikan usai keluhan warga di sosial media yang ditanggapi oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.

“Saya tahu beckingnya gede-gede (besar-besar) disana. Kalau ada beckingannya makanya kita minta dilaporkan pada kita siapa yang ada dibelakangnya agar kita tau mana legal dan ilegal,” ujar Ganjar saat ditemui di kantornya, Senin (28/11/2022).

Oleh karena itu, Ganjar menerangkan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas tambang ilegal di Klaten dan galian tambang lainnya.

“Hari ini mau rapat sama KPK tekait pertambangan Galian C dan sebagainya. Karena dulu, pernah dibentuk puser bumi tapi tidak efektif sama sekali,” bebernya.

Menurut Ganjar, puser bumi tidak efektif karena masih ada kejar-kejaran antara pelaku tambang ilegal dan pemerintah. Kedepan, pihaknya pun meminta dukingan kepada masyarakat untuk tak takut melapor bila mendapati permasalahan tersebut.

“Kemarin (puser bumi) kejar kejaran terus. Kita kejar, besok muncul lagi, kita kejar, besok muncul lagi. Maka kita minta dukungan dari masyarakat agar bisa melaporkan. Kemudian kami minta penegak hukum jangan ragu soal ini (tambang ilegal),” jelasnya.

Lebih lanjut, bila pemerintah maupun penegak hukum ragu, maka keberadaan tambang ilegal itu bisa menimbulkan masalah pada infrastuktur hingga alam. Apalagi pihaknya mengakui bila ada orang besar dalam keberadaan tambang-tambang tersebut.

BACA JUGA :

Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta