URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gedongsongo Travelfest 2023 berhasil menyedot perhatian lebih dari 300 seller dan 80 buyer dari Jawa dan Bali, melibatkan berbagai sektor seperti Daya Tarik Wisata (DTW), akomodasi, perbankan, transportasi, restoran, instansi pemerintah/swasta, event dan wedding organizer, serta biro perjalanan wisata. Dengan tema 'Exploring Harmony Tourism 2023', kegiatan ini bukan hanya pameran pariwisata, tetapi juga platform promosi yang menawarkan paket wisata, tiket pesawat, daya tarik wisata, desa wisata, hotel, resto, hingga oleh-oleh.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gedongsongo Travelfest 2023, Dongkrak Kunjungan Pariwisata Lokal Bertaraf Nasional

Gedongsongo Travelfest 2023, Dongkrak Kunjungan Pariwisata Lokal Bertaraf Nasional

Gedongsongo Travelfest 2023, Dongkrak Kunjungan Pariwisata Lokal Bertaraf Nasional

Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Kepala Disparta Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengunjungi stand UMKM batik di acara Gedongsongo Travelfest 2023, di Hotel Griya Persada, Bandungan, Selasa (5/12/2023). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Kepala Disparta Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengunjungi stand UMKM batik di acara Gedongsongo Travelfest 2023, di Hotel Griya Persada, Bandungan, Selasa (5/12/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tak kurang dari 300 seller (penyedia wisata) dan 80 buyer dari pulau Jawa dan Bali ikut meramaikan event Gedongsongo Travelfest 2023. Mereka terdiri dari Daya Tarik Wisata (DTW), fasilitas akomodasi, perbankan, perusahaan transportasi, restoran, instansi pemerintah/ swasta, event dan wedding organizer, serta biro perjalanan wisata se-pulau Jawa-Bali.

Dengan mengusung tema ‘Exploring Harmony Tourism 2023’, kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana promosi pariwisata, berupa ajang pameran yang menyediakan beragam kebutuhan untuk para wisatawan mulai dari paket wisata, tiket pesawat, daya tarik wisata, desa wisata, hotel, resto serta pusat oleh-oleh sampai dengan perlengkapan wisata.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha sangat mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini. Sebab menurutnya selain pariwisata, sektor pendukung yang lain seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hasil pertanian dan perkebunan juga bisa turut berkembang.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya event ini, yang hadir juga luar biasa. Bahkan dari luar (Kabupaten Semarang) juga ada, dari Probolinggo, Malang, Bromo,” kata Ngesti usai membuka Gedongsongo Travelfest 2023 di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (5/12/2023).

Sejalan dengan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, Ngesti berharap di tahun 2024 ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke DTW yang ada di Bumi Serasi. “Kita juga punya banyak DTW yang tidak kalah dengan daerah lain. Ada Gedongsongo, Bukit Cinta, Bandungan, Telomoyo, dan sebagainya. Makanya jangan ragu, ayo dolan ning Kabupaten Semarang (ayo main ke Kabupaten Semarang),” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati menuturkan, kegiatan kali ini merupakan event ke empat. Maksud diadakannya adalah membangun pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang merupakan pengembangan konsep berwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang. Baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

“Tahun 2023 ini, target seller dan buyer sebenarnya hanya 250. Akan tetapi karena animo yang luar biasa, sehingga melampaui target menjadi hampir 400 seller dan buyer. Alhamdulillah luar biasa sekali, peminatnya juga hampir dua kali lipat tahun lalu,” ungkapnya.

Dijelaskan Wiwin, tak kurang dari 54 DTW dan 74 Deswita (Desa Wisata) di Kabupaten Semarang turut diperkenalkan. Kemasannya juga sedikit berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya yakni dibuat dengan skala nasional, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan domestik dan mancanegara di DTW lokal.

“Tujuannya adalah bagaimana industri pariwisata ini bisa sustainable, artinya berkelanjutan. Jadi tidak hanya berhenti di sini, melainkan ada efek domino yang positif, yang bisa mengangkat nama dan ekonomi Kabupaten Semarang,” terangnya.

Terkait dengan target kunjungan wisatawan pada tahun 2024, Wiwin berharap ada peningkatan yang signifikan. Apalagi sejumlah DTW saat ini sedang dilakukan renovasi, salah satunya adalah Candi Gedongsongo.

“Desember ini renovasi (Gedongsongo) selesai, sehingga untuk libur natal dan tahun baru bisa lebih maksimal. Tahun depan kegiatan semacam ini akan dilaksanakan sebelum masa liburan sekolah, sehingga anak-anak sekolah banyak yang datang ke sini,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved