URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga digegerkan dengan penemuan bayi di semak semak-semak samping lapak penjual durian di Jalan Gunungpati-Boja, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen Kota Semarang pada Selasa (3/1/2023) sekitar pukul 10.24 WIB lalu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Geger Penemuan Bayi di Semak-Semak Mijen Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger Penemuan Bayi di Semak-Semak Mijen Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger Penemuan Bayi di Semak-Semak Mijen Semarang, Polisi Lakukan Penyelidikan

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Warga digegerkan dengan penemuan bayi di semak semak-semak samping lapak penjual durian di Jalan Gunungpati-Boja, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen Kota Semarang pada Selasa (3/1/2023) sekitar pukul 10.24 WIB lalu.

Atas kejadian ini, kepolisian melakukan penyelidikan karena ada unsur tindak pidana. Kapolsek Mijen, Kompol Kholid Mawardi mengatakan, selain melakukan pemeriksaan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas Karangmalang dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang.

“Kami melakukan penyelidikan dari tempat tersebut karena terjadi suatu tindak pidana ditemukannya bayi laki-laki entah itu penelantaran ataupun posisi orang tua yang mungkin meletakan bayi disitu dengan maksut dan tujuan apa kita belum tahu tapi semua ini masih kita lakukan proses pengungkapan,” ujar Kholid di lokasi temuan bayi, Kamis (5/1/2022).

Kholid menjelaskan, kasus ini bermula ketika pihaknya mendapat informasi adanya penemuan bayi yang tertutup semak-semak di pinggir jalan. Setelah mendapat informasi itu, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah tiba di lokasi, kemudian bayi itu sudah mendapat perawatan medis oleh Tim Medis dari Puskesmas Karangmalan dibantu oleh warga. Saat ini bayi tersebut ditampung oleh Puskesmas Karangmalang untuk dirawat.

“Jadi sejauh ini kepentingan kami adalah pengungkapan kasus mengenai bayi yang ada dan sekarang masih kita titipkan di Puskesmas. Kalau secara tekhnis bagaimana melakukan adopsi kami sarankan untuk melalui prosedur ada untuk mengadopsi bayi,” terangnya.

“Sementara yang kami ketahui kami masih titipkan di Puskesmas bayinya masih ada dan belum diambil,” tambahnya.

Sementara itu, Suryati, pekerja rumah makan dan pemancingan Barokah Sekopek yang mengetahui kejadian ini mengatakan penemuan ini berawal sekitar pukul 10.00 WIB ada mobil yang mogok saat menanjak. Saat beberapa warga membantu mobil mencari kayu kemudian menemukn bayi dengan kondisi dibalut kain batik merah.

“Ada bapak – bapak yang mau ambil ganjel kayu di sini buat mobilnya itu. Nah pas itu liat ada bayi,” kata Suryati di lokasi, Kamis (5/1/2023).

Dirinya yang ada di pemancingan Barokah Sekopek tepat di depan lokasi temuan langsung lari menghampiri bayi itu. Bayi tersebut saat ditemukan cukup tenang dan tidak menangis.

“Ada yang bilang suruh tunggu polisi dulu, tapi saya lihat sudah mulai banyak semut datang langsung saya gendong saja, kasihan. Itu dibalut kain mungkin daster atau baju ya,” ujar Suryati.

Pekerja rumah makan lainnya juga langsung sigap menghubungi Polsek Mijen dan kemudian tidak lama kemudian datang bersama ambulan Puskesmas Karangmalang. Saat ini bayi tersebut masih dalam perawatan.

Disisi lain, Kepala Puskesmas Karangmalang, Anasih mengatakan bayi laki-laki itu dalam kondisi sehat meski ada penurunan berat badan namun masih batas wajar. ASI dari para pendonor juga sudah diberikan.

“Secara keseluruhan kondisinya sehat, baik,” bebernya.

Ia tidak bisa memastikan apakah kelahiran bayi tersebut dibantu medis atau tidak, namun dilihat dari ciri tali pusat yang putus dekat pusar, hal itu menunjukkan tidak sesuai dengan prosedur medis.

Selain itu melihat ciri tali pusat atau plasenta yang mulai mengering, diperkirakan bayi itu lahir lebih dari 24 jam sebelum ditemukan tapi masih kurang dari tiga hari. “Pemotongan tali pusat itu tidak sesuai dengan standart atau prosedur,” imbuhnya.

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved