URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Putra sulung dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution mendadak mengunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (28/3). Keduanya mendatangi kantor Ganjar dan ditemui di ruangan pribadinya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gibran dan Bobby Kompak Temui Ganjar, Ada Apa?

Gibran dan Bobby Kompak Temui Ganjar, Ada Apa?

Gibran dan Bobby Kompak Temui Ganjar, Ada Apa?

featured-img

SEMARANG – Putra sulung dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution mendadak mengunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (28/3). Keduanya mendatangi kantor Ganjar dan ditemui di ruangan pribadinya.

Tidak lama ketiganya di dalam kantor Ganjar. Sekitar 30 menit, Gibran dan Bobby keluar dari ruangan. Keduanya keluar didampingi Ganjar sampai pintu kantornya itu.

Saat ditanya awak media, Gibran dan Bobby mengatakan hanya mampir. Kebetulan, keduanya sedang berada di Kota Semarang dan mengikuti acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

“Tadi pagi ketemu pak Ganjar di acara Apeksi. Ini menyempatkan diri untuk silaturahmi sebentar. Kan habis ini saya juga ada acara sama pak Gubernur di BPKini bareng Bobby karena sama-sama dari acara Apeksi,” kata Gibran.

Ditanya apa hal penting atau politik yang dibicarakan dalam pertemuan itu, Gibran hanya tersenyum. Dirinya mengatakan tidak ada hal penting, hanya makan siang bersama.

“Makan siang aja, nggak ada agenda penting. Apalagi soal politik, enggaklah. Saya hanya laporan saja keadaan di Solo seperti apa, kan sudah lama saya nggak laporan ke pak Ganjar pasca saya terkena Covid-19,” jelasnya.

Memang ada pesan-pesan khusus yang diberikan Ganjar dalam pertemuan singkat itu. Salah satunya adalah menjaga angka Covid-19 menjelang ramadhan.

“Apalagi ada peraturan yang membolehkan tarawih dan mudik. Ini perlu dijaga. Saya laporkan tadi angka Covid-19 di Solo sudah sangat membaik. Nanti kita kejar terus biar bisa turun ke level 2 dalam waktu dekat,” tutupnya.

Sementara itu, Booby juga mengatakan hal yang sama. Dirinya hanya mampir untuk makan siang bersama.

“Abis acara Apeksi tadi, diajak pak Gubernur dan mas Gibran makan siang bersama. Sekalian saya belajar dari pak Ganjar tentang banyak hal. Belajar apa yang bisa kami tiru dari Jawa Tengah untuk diterapkan di Medan,” ucap dia.

Hal senada disampaikan Ganjar. Ia mengatakan, kedatangan Gibran dan Bobby hanya untuk mampir makan siang usai pertemuan Apeksi.

“Mas Bobby juga mau undang saya ke Medan. Kemarin kan ada acara dengan Pujakesuma saya nggak bisa hadir, jadi mau undang lagi. Kalau mas Gibran tadi menyampaikan persiapan besok acara G20 di Solo. Itu aja,” katanya.

Disinggung apakah ada pembicaraan politik, Ganjar hanya tertawa.

“Politik apa, politiknya ya hanya Solo, Jawa Tengah. Wong kene orang lokal aja kok,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara