URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Kegiatan hari ini masih serangkaian mengisi kegiatan Grebeg Kutowinangun Kidul, yakni tradisi masyarakat yang sudah lama ada,"kata Lurah Kutowinangun Kidul, Titin Eka Novia SE, disela acara, Sabtu (22/10/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Grebeg Kutowinangun Kidul Lestarikan Permainan Tradisional Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

Grebeg Kutowinangun Kidul Lestarikan Permainan Tradisional Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

Grebeg Kutowinangun Kidul Lestarikan Permainan Tradisional Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

featured-img

Kegiatan Grebeg Kutowinangun Kidul merupakan tradisi masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmatnya.

Tradisi Grebeg Kutowinangun Kidul ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan diantaranya pemeran produk UMKM dan berbagai lomba permainan anak zaman dahulu.

“Kegiatan hari ini masih serangkaian mengisi kegiatan Grebeg Kutowinangun Kidul, yakni tradisi masyarakat yang sudah lama ada,”kata Lurah Kutowinangun Kidul, Titin Eka Novia SE, disela acara, Sabtu (22/10/2022).

Diungkapkan Titin, selama pandemi Covid 19 tidak ada kegiatan. Dan saat ini kita bangkitkan lagi dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat dan juga ada agenda beberapa kegiatan yang bisa menjadikan anak anak termemori permainan jaman dahulu.

“Anak anak agar mengetahui permainan zaman dulu. Dulu itu “Mbah – mbah” kita mainanya apa saja sih. Jadi ini kita adakan Festival Dolanan Anak,”ungkapnya.

Dijelaskan Titin, dalam Festival Dolanan Anak ini ada beberapa permainan diantaranya lomba egrang, lomba lari dengan batok dan lomba kreasi mainan dengan gedebok pisang.

“Tujuannya adalah agar anak anak tidak kecanduan gadget. Makanya kita edukasi disini. Setelah diedukasi harapanya nanti saat pulang bisa ditularkan kepada teman temannya,”jelasnya.

Titin menambahkan, kegiatan ini kedepan akan dijadikan agenda bulanan maupun tahunan.

“Tradisi Peken Sudiran disini pagi tadi juga ada tradisi Peken Sudiran yang menjajakan aneka makanan tradisional”, lanjut Titin,

“Tadi dijual ada nasi jagung, klepon dan lainya. Tadi pagi masyarakat yang hadir sangat antusias sehingga cepat habis,”tutur Titin.

Hadirnya makanan tradisional ini membangkitkan memori terdahulu, sehingga saat mereka datang langsung diborong.

“Sangat meriah, dan ini diluar ekspektasi kami. Kegiatan ini seharusnya sampai sore, ternyata baru dua jam jajanan tradisional sudah ludes semua,”beber Titin.

Titin menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni hari ini Sabtu, hingga besuk hari Minggu.

“Puncak acaranya besuk. Besuk ada prosesi grebeg yang mana ada 13 gunungan besar yang akan kita bagikan gratis,”terangnya.

Besuk juga ada gunungan spektakuler enting enting gepuk yang tingginya hampir tiga meter.

“Masing masing RW juga akan menampilkan UMKM sebagai bentuk sedekah,”pungkasnya.

Titin Eka Novia, Lurah Kutowinangun Kidul

 

BACA JUGA :

AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Lima mitra pengemudi ojek online dari Jawa Tengah dan DIY memenangkan sepeda motor Yamaha Lexi 155 dalam Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Periode 1 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga. Para pemenang terpilih setelah rutin bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina dan menukarkan poin menjadi voucher undian. Program apresiasi bagi pengguna Pertamax Series ini berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dengan total hadiah 100 unit sepeda motor.
Rutin Pakai MyPertamina, Lima Driver Ojol di Jateng-DIY Bawa Pulang Yamaha Lexi
Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
ASUS Andalkan AI Offline dan Ketahanan Standar Militer untuk Bidik Segmen Eksekutif
ASUS Andalkan AI Offline dan Ketahanan Standar Militer untuk Bidik Segmen Eksekutif
Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026