URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kukuhkan 35 anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah tahun 2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (15/8/2023) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kukuhkan Paskibraka 2023

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kukuhkan Paskibraka 2023

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kukuhkan Paskibraka 2023

Featured Image

Semarang – Faiz Ahmad Muttaqin, tak menyangka jika ia bisa menjadi satu dari 35 anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah tahun 2023. Siswa SMAN 2 Klaten ini mengaku pernah memimpikan menjadi anggota Paskibraka, dan bertemu langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Impian itu menjadi nyata, saat Faiz bertemu dengan Ganjar saat pengukuhan Paskibraka Jawa Tengah tahun 2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (15/8/2023) malam. Setelah pengukuhan, Ganjar memberikan selamat secara langsung kepada 35 orang anggota Paskibraka itu. Ganjar pun menanyakan satu per satu anggota mengenai latar belakang dan cita-citanya.

“Orang tuamu kerja apa?” tanya Ganjar kepada Faiz, saat prosesi pengukuhan.

Dengan lantang Faiz menjawab pertanyaan orang nomor satu di Jateng ini, jika orang tuanya bekerja sebagai satpam salah satu mal di Kabupaten Klaten. Usai pengukuhan, Faiz mengaku senang karena bisa menjadi anggota Paskibraka.

“Senang bisa melihat pak Ganjar secara langsung pertama kali. Ini semua bukan karena kerja keras saya, tapi karena doa ibu saya setiap hari ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,” kata Faiz.

Ia tak menyangka jika keinginannya menjadi Paskibraka adalah hal yang diimpikannya sejak duduk di bangku SMP kelas IX. Kini, mimpi itu menjadi nyata. Ia pun terus bekerja keras dan tak lupa dengan pesan orang tua, yaitu bertanggung jawab dan taat salat lima waktu.

“Pekerjaan orang tua sebagai satpam di Matahari. Pesan dari ibu jangan lupa bertanggung jawab dan jangan tinggalkan salat,” ujarnya.

Gubernur Ganjar mengapresiasi bagusnya proses seleksi Paskibraka. Mereka tidak hanya berlatih baris-berbaris dan pengibaran bendera merah putih, tapi sekarang juga ditanamkan pada mereka nilai-nilai idelogi Pancasila.

“Tentu saja anak-anak kita harapkan bertugas dengan penuh keyakinan, dan penuh tanggung jawab yang luar biasa, dengan mulai dimasukkan nilai-nilai kebangsaan, yang kita harapkan terinternalisasi dalm sikap sehari-hari,” katanya.

Ganjar optimistis, para anggota Paskibraka Jateng akan lebih sukses pada pendidikan di sekolahnya, hingga kelak pada karirnya juga. Masa depan mereka juga bisa lebih cerah, dengan kesiapan mereka sejak sekarang.

“Tentu mereka, anak yang masa depannya lebih sukses, pada sekolahnya, pada karirnya, karena mereka pasti sudah menyiapkan masa depan yang lebih baik,” harap Ganjar.

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved