KABAR RASIKA

Harga Beras Dipasar Kembangsari Naik Tajam, Pedagang Pasrah

Harga Beras Dipasar Kembangsari Naik Tajam, Pedagang Pasrah

Harga Beras Dipasar Kembangsari Naik Tajam, Pedagang Pasrah

3 pekan pasca bbm naik, Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Kembangsari Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengalami kenaikan.

Pedagang sembako, Suwarti mengatakan banyak bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga sejak naiknya harga BBM.

Seperti halnya beras jenis RD, untuk harga satu karung beras dengan berat 25 kilogram mencapai Rp 270 ribu per karung. Harga sebelum hanya Rp 250 ribu per karung.

“Beras ukuran 5 kilogram juga naik, sebelumnya Rp 50 ribu per 5 kilogram sekarang mencapai Rp 56 ribu per 5 kilogram,” kata Warti kepada rasikafm.com, (27/9/2022).

Warti mengaku tepung terigu kini mengalami kenaikan harga per kilogramnya. Harga tepung terigu sebelumnya hanya Rp 9 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 11 ribu per kilogram.

Selain beras dan tepung terigu. Namun dari barang yang naik ada juga kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga, seperti halnya telur ayam yang semula mencapai Rp 30 ribu per kilogram, Sekarang harga telur ayam turun sampai Rp 25 ribu per kilogram.

Selain itu naiknya harga BBM tidak berimbas pada gula pasir dan minyak goreng. Harga gula pasir saat ini masih stabil di angka Rp 13 ribu per kilogram. Untuk minyak goreng subsidi juga stabil, harga per liternya Rp 14 ribu.

“Untuk minyak goreng sovia dan sunco harganya di angka Rp 17.500 sampai Rp 22.000 per liternya,” ungkapnya.

Warti menambahkan dengan naiknya harga BBM dan bahan kebutuhan pokok sangat berdampak baginya.

“Sejak harganya naik semua yang beli jadi sepi, para tengkulak juga tidak ada yang datang buat beli,” paparnya.

Dirinya berharap agar harga kebutuhan pokok dan BBM seperti dulu lagi.

“Dengan naiknya harga tersebut sangat menyulitkan kami para pedagang dan pembeli karena harganya sangat tinggi,” katanya.

Sementara itu, Mamik pembeli, menjelaskan bahwa dengan naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok membuat pengeluarannya bertambah dan tidak mengurangi pembelian.

“Kalau saya sebagai ibu rumah tangga saat beli bahan kebutuhan tidak saya kurangi, kalau di kurangi pembeliannya nanti rasa makanannya juga kurang sedap,” kata Mamik.

 

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px