URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga cabai merah di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang mengalami lonjakan signifikan karena dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan. Kenaikan harga ini telah mempengaruhi pasokan di pasar, sementara para petani juga mengalami kesulitan dalam produksi akibat kondisi cuaca.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Cabai Rawit Merah di Ungaran Menggila, Sentuh Rp81 Ribu Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Ungaran Menggila, Sentuh Rp81 Ribu Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Ungaran Menggila, Sentuh Rp81 Ribu Per Kilo

Harga cabai di Pasar Bandarjo Ungaran mengalami kenaikan tajam. Hal itu ditengarai akibat musim kemarau panjang yang terjadi belakangan ini. Foto: win
Harga cabai di Pasar Bandarjo Ungaran mengalami kenaikan tajam. Hal itu ditengarai akibat musim kemarau panjang yang terjadi belakangan ini. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Harga komoditas cabai merah di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang melonjak tajam. Pantauan pada Selasa (31/10/2023), harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp81 ribu, atau naik Rp10 ribu dari harga sebelumnya sebesar Rp71 ribu.

Salah seorang pedagang, Rusti (45), mengatakan kenaikan harga ini terjadi dalam seminggu terakhir. Ia menduga, penyebabnya karena musim kemarau berkepanjangan yang terjadi.

“Tanaman (cabai) banyak yang mati karena nggak dapat air yang cukup, sehingga stoknya terbatas,” kata Rusti ditemui di lapak dagangannya, Selasa (31/10/2023).

Hal senada turut diakui Arif (36), pedagang sayuran di Pasar Bandarjo. Ia menjelaskan, cabai rawit merah kisarannya mencapai Rp78 ribu sampai Rp81 ribu per kilogram. Sedangkan cabai keriting merah antara Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.

“Ya berpengaruh sama pembeli, jumlahnya agak menurun,” ungkapnya.

Merujuk pada data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, harga cabai rawit merah per Senin (30/10/2023) mencapai Rp81.667 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau menembus angka Rp61.667 per kilogram.

“Dari hasil koordinasi dengan pertanian, musim kemarau panjang berdampak gagal panen di tingkat petani. Tingginya permintaan konsumen dan menurunnya stok membuat harga mengalami kenaikan,” kata Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto.

Sementara itu, Anthony (46) seorang petani cabai di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, mengatakan bahwa harga cabai rawit merah di tingkat petani sekitar Rp 60 ribu per kilogram. Naiknya harga disebabkan kesulitan panen atau produksi cabai para petani akibat cuaca musim kemarau panjang.

“Problem setiap musim kemarau selalu sama. Apalagi kali ini cukup panjang. Sebenarnya bisa diatasi asal rajin menyiram,” kata Anthony. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi