URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga telur di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 30 .000 per kilogram. Kenaikan harga komoditas telur ayam ras itu bukan dampak dari harga pakan ternak unggas yang mahal ataupun penurunan produksi di tingkat peternak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Telur Ayam Melambung, Ditengarai Pengaruh Harga BBM

Harga Telur Ayam Melambung, Ditengarai Pengaruh Harga BBM

Harga Telur Ayam Melambung, Ditengarai Pengaruh Harga BBM

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Harga telur di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 30 .000 per kilogram. Kenaikan harga komoditas telur ayam ras itu bukan dampak dari harga pakan ternak unggas yang mahal ataupun penurunan produksi di tingkat peternak.

Biaya transportasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengarai masih menjadi penyebab lonjakan harga salah satu komoditas protein hewani yang dibutuhkan oleh masyarakat ini.

Demikian dipaparkan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu di Ungaran, Jumat (9/12/2022). Dijelaskan Sunu, ongkos/ biaya transportasi (pengangkutan) telur ayam dari kandang hingga sampai ke pasar- pasar tradisional mengikuti kenaikan harga BBM.

“Harga telur ayam di tingkat pemasok di Kabupaten Semarang saat ini sudah mencapai kisaran Rp 28.000 perkilogram. Sehingga ditingkat konsumen masih ada margin yang diambil pedagang, hingga harga telur ayam di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 29.500 hingga Rp 30.000 per kilogram,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu pihaknya sudah melakukan pemantauan lagsung hingga di kandang- kandang produsen telur ayam ras, yang ada di daerahnya. Hasilnya, untuk harga pakan ternak, sampai dengan saat ini relatif normal. Artinya tidak ada gejolak yang memberatkan para pelaku usaha peternakan ayam petelur.

“Produksi telur juga masih normal. Hanya persoalan ongkos ransportasi saja yang membuat harga telur ini masih tinggi,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan