KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hendak Berangkat Kerja, Buruh Cuci di Ungaran Pingsan Jadi Korban Jambret

Hendak Berangkat Kerja, Buruh Cuci di Ungaran Pingsan Jadi Korban Jambret

Hendak Berangkat Kerja, Buruh Cuci di Ungaran Pingsan Jadi Korban Jambret

Sriyati (70), seorang buruh cuci dan setrika asal Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, menjadi korban aksi penjambretan di Jalan Kenanga, Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Timur, pada Minggu (14/1/2024), saat hendak berangkat kerja sekitar pukul 09.30 WIB. Aksi tersebut terjadi ketika korban diminta oleh seorang warga yang biasa menggunakan jasanya untuk mencuci dan menyetrika baju.
Foto: Humas Polres Semarang
Personel Polsek Ungaran mendatangi rumah Sriyati di Kecamatan Jambu yang menjadi korban aksi penjambretan pada Minggu (14/1/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Nasib kurang beruntung dialami oleh Sriyati (70), seorang buruh cuci dan setrika asal Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Ia menjadi korban aksi penjambretan yang terjadi di Jalan Kenanga, Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Timur, Minggu (14/1/2024) saat hendak berangkat kerja sekira pukul 09.30 WIB.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyampaikan, peristiwa itu terjadi saat korban diminta oleh salah seorang warga yang terbiasa menggunakan jasanya untuk mencuci dan menyetrika baju. Sesampainya di lokasi, korban dipepet oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor.

“Pelaku kemudian merebut tas yang dibawa oleh korban lalu melarikan diri,” kata Oka di Ungaran, Rabu (17/1/2024).

Korban yang menyadari telah menjadi sasaran penjambretan kemudian berusaha berteriak meminta pertolongan. Namun karena kondisi jalanan yang sepi, usahanya tak membuahkan hasil. Korban berusaha mencari bantuan lagi dengan terus berjalan hingga sampai di depan masjid Baitul Nur.

“Di sana korban sempat pingsan usai berjumpa dengan sekelompok ibu yang pulang dari kegiatan PKK,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Ungaran Kompol Giri Nawantono menerangkan, korban sudah melakukan pelaporan di Polsek Ungaran. Atas laporan itu, anggota mendatangi rumah korban untuk meminta keterangan perihal kejadian yang dialaminya.

“Korban mengalami kerugian berupa 1 unit handphone merk Samsung Galaxy M10 dan uang tunai Rp35.000,” jelasnya.

Atas kejadian ini pihaknya mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan yang sepi. “Apabila memungkinkan, silakan mengajak satu atau dua orang teman guna mengantisipasi tindak kejahatan,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]