URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang, bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat, melakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) dan ratusan liter miras oplosan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang berlangsung selama 20 hari. P

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polres Semarang Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat

Polres Semarang Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat

Polres Semarang Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat

Ribuan botol dan ratusan liter miras berbagai merek hasil operasi pekat Polres Semarang dimusnahkan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran, Jumat (21/3/2025) sore. Foto: Humas Polres Semarang
Ribuan botol dan ratusan liter miras berbagai merek hasil operasi pekat Polres Semarang dimusnahkan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran, Jumat (21/3/2025) sore. Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Polres Semarang, bersama dengan jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat, melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) dan ratusan liter miras oplosan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar selama 20 hari. Pemusnahan ini dilakukan setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Jumat (21/3/2025) sore.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menjelaskan selama pelaksanaan operasi pekat yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 19 Maret 2025, pihaknya berhasil menyita 1.675 botol miras berbagai jenis dan 525 liter miras oplosan jenis tuak.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan situasi kondusif di bulan Ramadan dan Operasi Ketupat Candi 2025,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak yang memungkinkan kepolisian untuk melakukan penindakan serta penyitaan tersebut.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha juga memberikan apresiasi atas kinerja Polres Semarang dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang bulan suci Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Semarang dan jajaran yang telah bekerja keras. Dengan adanya penindakan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan, perayaan Idul Fitri, serta pengamanan mudik dengan aman, kondusif, dan terkendali,” terangnya.

Pemusnahan ribuan botol miras dan tuak oplosan dilakukan secara simbolis dengan melibatkan jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan instansi terkait. Pemusnahan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan alat berat tandem roller. (win)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga