URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang warga bernama Sofiyatun (61) menemukan bayi laki-laki hidup dalam tas di jalan setapak Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (22/10/2025) subuh. Bayi berbobot 2,5 kg itu langsung dibawa ke Puskesmas Bergas untuk dirawat setelah dilaporkan ke polisi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendak Tunaikan Salat Subuh, Warga Wringinputih Temukan Bayi Laki-laki di Dalam Tas

Hendak Tunaikan Salat Subuh, Warga Wringinputih Temukan Bayi Laki-laki di Dalam Tas

Hendak Tunaikan Salat Subuh, Warga Wringinputih Temukan Bayi Laki-laki di Dalam Tas

Petugas kesehatan Puskesmas Bergas memeriksa kondisi bayi laki-laki yang ditemukan di jalan setapak sebuah kebun di Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Bergas, Rabu (22/10/2025). Foto: Humas Polres Semarang
Petugas kesehatan Puskesmas Bergas memeriksa kondisi bayi laki-laki yang ditemukan di jalan setapak sebuah kebun di Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Bergas, Rabu (22/10/2025). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Niat menunaikan ibadah salat Subuh justru membawa kejutan tak terduga bagi Sofiyatun (61), warga Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (22/10/2025).

Sekitar pukul 04.30 WIB, ia menemukan sesosok bayi laki-laki dalam keadaan hidup di sebuah tas yang tergeletak di jalan setapak area kebun setempat.

“Awalnya saya kira kucing, sehingga saya lanjut ke masjid,” kata dia.

Sepulangnya dari masjid, ia mendengar suara tangisan bayi. Setelah diperiksa, sumber suara ternyata berasal dari tas yang ia lihat saat hendak ke masjid.

“Setelah saya buka ternyata isinya bayi laki-laki. Saya panggil saudara saya untuk membantu membawa bayi ke rumah dan melaporkannya ke Polsek Bergas,” ujarnya.

Kapolsek Bergas AKP Harjono menjelaskan setelah menerima laporan warga, petugas segera mendatangi lokasi dan menghubungi bidan desa untuk memeriksa kondisi bayi. Polisi juga mengamankan barang bukti, memintai keterangan saksi, dan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Bergas guna mendapatkan perawatan medis.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki berat 2,5 kilogram dan panjang 47 sentimeter, dengan kondisi tali pusar telah terpotong dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Kami sudah mengambil langkah cepat dengan mengamankan lokasi, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Semarang. Saat ini kondisi bayi sehat dan berada dalam pengawasan tenaga medis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang sigap melapor kepada polisi.

“Kami berterima kasih kepada warga yang tanggap. Polres Semarang akan menyelidiki pihak yang meninggalkan bayi tersebut. Yang terpenting saat ini, bayi dalam kondisi sehat dan sudah mendapatkan perawatan,” terangnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang serta instansi terkait untuk memastikan bayi tersebut memperoleh perlindungan dan penanganan yang layak. (win)

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran tambahan melalui skema fakultatif ini dilakukan guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh LPG selama masa libur nasional.
Takut Langka Saat Libur? Pertamina Siapkan Tambahan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama...
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan...
Ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan pada Senin (15/6/2026) petang untuk menyambut Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Tradisi turun-temurun yang diawali doa bersama dan azan ke empat penjuru mata angin itu dilaksanakan sebagai ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya melestarikan warisan leluhur yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Semarak Malam 1 Suro, Ratusan Warga Muneng Ungaran Timur Gelar Kupatan di Tengah Jalan
Ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan pada Senin (15/6/2026) petang untuk menyambut Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Tradisi turun-temurun...
16 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–10
16 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–10.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan dan pesisir Semarang terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.00–10.00 WIB dengan tinggi muka...
16 Juni 2026 Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
16 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026 didominasi...
Muat Lebih

POPULER

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved