KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hilang Saat Wisata di Celosia, Seorang Kakek Ditemukan Tukang Ojek di Alun-alun Lama Ungaran

Hilang Saat Wisata di Celosia, Seorang Kakek Ditemukan Tukang Ojek di Alun-alun Lama Ungaran

Hilang Saat Wisata di Celosia, Seorang Kakek Ditemukan Tukang Ojek di Alun-alun Lama Ungaran

Personel Polsek Ungaran bersama Ruslani (76) seorang kakek asal Tegal yang tersesat usai terpisah dari rombongan saat berwisata ke Taman Bunga New Coelosia Bandungan, Minggu (28/6/2026). Foto: Humas Polres Semarang.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang lansia asal Kabupaten Tegal, Ruslani (76), sempat membuat panik rombongan wisatanya setelah terpisah saat berkunjung ke objek wisata Taman Bunga New Celosia, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (28/6/2026). Setelah beberapa jam menghilang, ia akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di kawasan Alun-alun Lama Ungaran.

Kapolsek Bandungan Iptu Subedi mengatakan, Ruslani datang ke Celosia bersama rombongan dari Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Namun saat berada di lokasi wisata, ia terpisah dari rombongan sehingga memicu upaya pencarian oleh panitia, pengelola wisata hingga menyisir Terminal Ambarawa.

“Korban terpisah dari rombongan. Pencarian sudah dilakukan hingga menjelang salat Isya, namun belum berhasil ditemukan,” ujar Iptu Subedi, Senin (29/6/2026).

Karena belum menemukan keberadaan Ruslani, rombongan akhirnya kembali ke Kabupaten Tegal dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandungan agar pencarian dapat dilanjutkan oleh pihak kepolisian.

Di waktu yang hampir bersamaan, seorang tukang ojek pangkalan di kawasan Alun-alun Lama Ungaran mendapati seorang kakek yang tampak kebingungan. Ia kemudian berinisiatif mengantarkan Ruslani ke Polsek Ungaran sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Ungaran Kompol Sugiyarta menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, Ruslani berjalan kaki dari kawasan Celosia menuju pertigaan jalan masuk objek wisata. Setelah itu ia menaiki angkutan umum menuju Ungaran dan turun di kawasan Alun-alun Lama.

“Seorang tukang ojek pangkalan kemudian membantu mengantarkan beliau ke Polsek Ungaran setelah mengetahui bahwa yang bersangkutan terpisah dari rombongan wisata sejak siang hari,” kata Sugiyarta.

Koordinasi antara Polsek Ungaran dan Polsek Bandungan akhirnya memastikan identitas Ruslani. Kabar tersebut segera disampaikan kepada keluarga dan rombongan wisata, yang kemudian menjemputnya di Polsek Ungaran dalam keadaan sehat.

Polres Semarang mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya tukang ojek yang membantu korban hingga dapat kembali bertemu keluarganya. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang berwisata bersama anak-anak maupun lansia agar selalu memastikan seluruh anggota rombongan tetap bersama dan segera melapor kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat atau ada anggota keluarga yang terpisah. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]