RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bertempat didepan Mall Ramayana Salatiga atau didepan Tugu Bundaran Jam Kota Salatiga Jawa Tengah akan digelar Salatiga LitFest Carnival.
Pertunjukan ini akan menampilkan drumblek sebagai kesenian asli Kota Salatiga. Selain itu juga ada defile paskibra, tari bulkiyo, tari topeng ireng, tari jaranan, tari dawuhan, dan tari warok modern. Ada juga penampilan barongsai, tari kipas zamrud khatulistiwa, tari gambyong, serta tari teklek dan sendratari anoman obong.
Salatiga LitFest Carnival merupakan rangkaian acara Salatiga LitFest 2026 yang diselenggarakan 29 April hingga 2 Mei 2026. Acara ini dipusatkan di Taman Cerdas Salatiga.
Kepada wartawan, Aji Prasetio Putranto, Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, mengatakan acara diisi talkshow bertajuk Literasi dan Seni sebagai Ekosistem Kreatif, bedah buku dengan menghadirkan Agus Mulyadi, dan creative talk bersama A. Fuadi. Selain itu ada juga cooking demo chef dan pertunjukan musik.
“Juga ada penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Salatiga dan Frankfurt Book Fair (German Stories) yang diwakili Vice President Claudia Kaiser tentang Penguatan Ekosistem Literasi dan Jejaring Budaya Global,” ungkapnya, seperti dikutip Kompas.com.
Komitmen tersebut bertujuan untuk pengembangan koleksi German Stories di Perpustakaan Kota Salatiga sebagai jendela informasi dan pertukaran budaya internasional. Dan kedua, pertukaran pengetahuan untuk membangun jejaring kerja sama dalam peningkatan kompetensi literasi dan promosi minat baca melalui pertukaran praktek terbaik antara kedua belah pihak.
Aji mengatakan Salatiga Litfest menjadi jembatan yang mempertemukan penulis, pembaca, pegiat literasi, dan industri kreatif. “Melalui kegiatan seperti Night Carnival dan diskusi literasi, kita ingin menunjukkan bahwa literasi itu menyenangkan dan bisa bersinergi dengan seni serta budaya lokal,” ujarnya.
Menurutnya, Salatiga Litfest 2026 adalah komitmen nyata Pemerintah Kota untuk menjadikan literasi sebagai urat nadi pembangunan karakter masyarakat. “Melalui festival ini, kita ingin merayakan kreativitas sekaligus memperkuat ekosistem literasi yang inklusif agar Salatiga benar-benar menjadi kota literasi yang menginspirasi dunia,” tutup Aji.