KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Imbas Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu di Salatiga Kini Tutup Produksi

Imbas Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu di Salatiga Kini Tutup Produksi

Imbas Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu di Salatiga Kini Tutup Produksi

Salah satu pengrajin tahu di Salatiga yang tutup akibat harga kedelai kian melejit, menimpa Beni.

Usaha tahu miliknya yang berada di Tingkir Tengah Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Tak bisa diselamatkan.

Dari pantauan wartawan dilokasi, tempat usaha tahu milik Beni kondisinya sudah tak terawat dan masih ada bekas-bekas peralatan untuk membuat tahu.

Beni sendiri memulai usaha menjadi perajin tahu sejak 20 tahun lalu dengan dibantu sekitar sepuluh karyawan.

“Untuk total karyawan ada sepuluh, namun karyawan saya ini selalu ganti-ganti ada yang masuk ada yang keluar,” kata Beni.

Beni mengaku sejak pandemi covid-19, ia sudah mengurangi produksi tahu, sebelumnya ia dalam satu hari membutuhkan kedelai sekitar 400 kilogram.

“Awalnya sejak adanya covid-19 produksi kami mulai menyusut, setelah itu kami libur panjang,” jelasnya.

Menurutnya saat sebelum usaha miliknya tutup, harga kedelai mencapai 13 ribu per kilogram.

“Lalu ditambah harga kedelai yang mulai meningkat akhirnya mengambil keputusan untuk tutup,” katanya.

Selain harga kedelai saat itu terus naik, ada salah satu faktor yang membuat usaha tahu milik Beni tutup hingga sekarang.

“Daya beli masyarakat saat ini kurang, harga produksi naik mau jual dengan harga agak tinggi pun pembeli tidak mau,” paparnya.

Beni memproduksi berbagai tahu salah satunya tahu putih dan tahu pong.

Beni menambahkan ia masih ingin membuka lagi usaha tahu yang sudah digeluti selama ini.

Namun ia masih belum tahu kapan mau dibuka kembali.

“Kalau saya rencana mau buka lagi tapi belum tahu kapannya,” tambahnya.

Selain itu, ia berharap agar harga kedelai dapat turun seperti dulu agar para perajin tahu tidak kebingungan terkait harga kedelai.

“Kalau bisa harga kedelai diturunkan, seperti tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
[pekok2]