KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai program B50 menjadikan komoditas sawit di Tanah Air memiliki prospek cerah terhilirisasi menjadi produk turunan lainnya yang memiliki nilai tambah tinggi.

Ia menyebut, kelapa sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi, tetapi juga dapat dikembangkan untuk sektor lain seperti farmasi dan pangan.

“Menurut saya prospek sawit sangat cerah apalagi produk turunan sawit lebih dari 200 jenis. Tidak hanya bisa diolah menjadi energi tapi juga farmasi, makanan, dan lain-lain,” ujar Esther dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat hilirisasi sawit dengan mengembangkan berbagai produk turunan. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem industri yang kuat agar mampu meningkatkan daya saing di pasar global.

“Indonesia punya peluang besar untuk terus menghilirisasikan sawit menjadi berbagai produk turunan sawit. Tapi paling penting adalah membangun ekosistemnya,” katanya.

Esther menjelaskan, strategi pengembangan ekspor produk turunan sawit perlu diarahkan pada diferensiasi produk. Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi perlu meningkatkan produksi barang bernilai tambah seperti sabun, deterjen, biodiesel, hingga pelumas.

Selain penguatan hilirisasi, Esther mendorong pelaku industri untuk memperhatikan standar mutu serta regulasi perdagangan internasional. Produk turunan sawit, khususnya yang masuk ke sektor pangan dan kosmetik, harus memenuhi standar keamanan serta keberlanjutan yang berlaku di pasar tujuan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan implementasi biodiesel B50 memberikan manfaat ekonomi nyata bagi negara sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Baca juga: Kementerian ESDM: Program B50 beri manfaat ekonomi nyata

Baca juga: Prabowo: Indonesia hentikan impor solar mulai Juli 2026

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam pernyataan di Jakarta, Jumat menjelaskan, transformasi ini menandai era di mana kedaulatan energi nasional digerakkan langsung oleh komoditas domestik.

Melalui formula baru tersebut, katanya setiap liter solar yang dikonsumsi masyarakat, setengah porsinya kini berasal dari hasil bumi yang ditanam dan diproduksi langsung oleh petani lokal Indonesia.

Menurut dia, keterlibatan penuh komoditas dalam negeri ini diyakini akan memperkuat fundamental ketahanan energi nasional dalam menghadapi gejolak pasar global.

“Program B50 ini beri manfaat ekonomi nyata bagi negara. Implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun sepanjang tahun 2026. Penghematan itu modal penting untuk mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional. Selain itu program ini ditargetkan mampu menciptakan hingga 2,1 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]