KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Insyaallah, Tahun 2024, Pemkot Salatiga akan Kirim Pertukaran Pelajar SMP ke Korea Selatan

Insyaallah, Tahun 2024, Pemkot Salatiga akan Kirim Pertukaran Pelajar SMP ke Korea Selatan

Insyaallah, Tahun 2024, Pemkot Salatiga akan Kirim Pertukaran Pelajar SMP ke Korea Selatan

Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, mengumumkan kesiapan merealisasikan program beasiswa siswa dan pertukaran pelajar tingkat SMP sederajat dengan Pemerintah Kota Mungyeong, Korea Selatan, pada tahun 2024. Program ini, yang sebelumnya tertunda akibat pandemi Covid-19, kembali diaktifkan setelah kunjungan kerja ke Mungyeong. Hasil kunjungan tersebut disepakati dalam Letter of Intens (LoI) yang menandatangani kerja sama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Foto dok IST
Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Mungyeong, Korea Selatan.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, siap merealisasikan program bea siswa dan pertukaran pelajar tingkat SMP sederajat dengan Pemerintah Kota Mungyeong, Korea Selatan, pada tahun 2024 nanti.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023), Sinoeng mengaku program pertukaran pelajar dan bea siswa pelajar Salatiga di Korea Selatan ini sebenarnya sudah diwacanakan Pemkot Salatiga sejak lama. Meski demikian, program tersebut urung terlaksana karena terhalang pandemi Covid-19.

Namun, program ini kembali digencarkan setelah pihak Pemkot Salatiga melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Mungyeong, Korea Selatan, Selasa-Kamis (5-7/12/2023). Dalam kunjungan kerja itu, akhirnya disepakati kerja kedua pemerintah kota tersebut dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

“Hasil yang telah disepakati ditandatangani berupa Letter of Intens (LoI) antara kedua pemerintah kota, dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif,” tulis Sinoeng.

Sinoeng mengatakan kunker ke Korea itu diikuti enam orang antara lain Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Kepala Dinas P2APPKB, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan.

Kunjungan kerja itu juga merupakan kunjungan balasan setelah Wali Kota Mungyeong, Hyunkook Shin, beserta jajarannya berkunjung ke Kota Salatiga pada bulan Maret 2023 lalu.

“Mulai tahun depan, 2024, insyaallah, akan segera dilaksanakan saling kirim guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Korea dan di Salatiga, serta pemberian beasiswa fullboard [biaya sekolah dan biaya hidup] bagi lulusan SMP/Mts atau sederajat secara selektif untuk melanjutkan pendidikan SMA sederajat di Korea. Kemudian, apabila dievaluasi baik, maka akan dilanjutkan beasiswa pada setiap tahunnya untuk lulusan SMP/Mts sederajat,” imbuh Sinoeng

Sinoeng menambahkan selain pendidikan, Pemkot Salatiga juga akan mengirim misi kebudayaan antarkedua kota saat perayaan hari ulang tahun masing-masing kota, Salatiga dan Mungyeong, termasuk kerja sama pameran hasil ekonomi kreatif, kuliner dan lain-lain.

“Pihak Mungyeong menawarkan hal yang diluar LoI yang telah ditandatangani, yakni mengirim tenaga pengajar bidang kesehatan [setara profesor] menjadi narasumber dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat Kota Salatiga. Kami tentunya mengapresisi hal itu,” tutupnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]