URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mengisi liburan awal tahun 2023 di Kabupaten Semarang tidak ada salahnya mencoba destinasi wisata River Tubing Sungai Muncul, yang terletak di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Isi Liburan Awal Tahun 2023, Ratusan Wisatawan Padati River Tubing Sungai Muncul

Isi Liburan Awal Tahun 2023, Ratusan Wisatawan Padati River Tubing Sungai Muncul

Isi Liburan Awal Tahun 2023, Ratusan Wisatawan Padati River Tubing Sungai Muncul

featured-img

RASIKAFM. COM SALATIGA – Mengisi liburan awal tahun 2023 di Kabupaten Semarang tidak ada salahnya mencoba destinasi wisata River Tubing Sungai Muncul, yang terletak di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Wisatawan bisa menikmati jernihnya air dari sumber mati air yang jernih dengan menyusuri sungai muncul. Menjadikan tempat ini sebagai tujuannya wisata di tahun baru. Pengelola Fun Tubing Muncul, Agung mengatakan libur tahun baru ini ada kenaikan pengunjung sebanyak 20%.

“Pengunjung lumayan banyak, ramai. Untuk peningkatan kira-kira 20%,” kata Agung Minggu (1/1/2023).

Meskipun ada kenaikan pengunjung pihak pengelola tidak menaikkan tarif. Wisatawan bisa menikmati susur sungai tetap dengan tarif tiket Rp 50 ribu perorang.

“Rp 50 ribu itu sudah fasilitas dokumentasi, penjemputan, ada welcome drink, kamar mandi, gorengan, dan loket masuk. Sudah ikut semua dari tiket itu,” jelasnya.

Agung membeberkan tidak minimal pengunjung untuk river tubing. Satu atau dua pengunjung akan tetap dilayani. Namun kebanyakan yang datang rombongan keluarga.

“Ada sistem paketan juga. Minimal 15 orang,” katanya.

Dengan tarif itu wisatawan bisa menyusuri rute sungai ini yang panjangnya kurang lebih sekitar tiga kilometer. Kedalam mulai 50 cm sampai 1 meter. Tempat berhentinya di sekitaran Rawa Pening.

“Arusnya tidak terlalu deras tapi cukup menyenangkan dibuat tubing dengan waktu tempuh sekitar 40 sampai 50 menit,” jelasnya.

Walaupun musim penghujan, kata Agung sungai tidak banjir. Hanya saja debit air yang naik. Sebab langsung dari sumber mata air. Libur tahun baru ini pengunjung ada dari beberapa kota. Seperti Kudus, Demak, Semarang, dan Jogja. Namun ada beberapa wisatawan yang cancel juga.

“Ada wisatawan dari wilayah Semarang. Karena wilayah Semarang lagi dilanda banjir dan rob,” ungkapnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon