URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Hari Guru, PGRI Kabupaten Semarang Mengajar Serentak di 700 Sekolah

Jelang Hari Guru, PGRI Kabupaten Semarang Mengajar Serentak di 700 Sekolah

Jelang Hari Guru, PGRI Kabupaten Semarang Mengajar Serentak di 700 Sekolah

featured-img

Ada yang beda dalam peringatan hari Guru ke 76 tingkat Kabupaten Semarang tahun 2021. Dimana dalam kegiatan kali ini diawali dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah program PGRI mengajar serentak di 700 lebih sekolah dari SD sampai dengan SMU/K di 19 Kecamatan di kabupaten Semarang Sabtu 20 – 11 – 2021, mulai pukul 07.00 sampai 07.30 pagi.

Kepada rasikafm.com Sekretaris PGRI Kabupaten Semarang Eko Lesmono S.Pd, M.Pd menjelaskan jika guru mengajar kali ini merupakan program dari PGRI kabupaten Semarang dalam rangka memperingati hari Guru ke 76 sekaligus peringgatan hari Guru Nasional tahun 2021 “selama 30 menit pengurus PGRI turun ke sekolah untuk mengajar anak anak secara langsung di lebih dari 700 sekolah” terang Eko.

Menurutnya dalam kegiatan ini ada empat materi yang diajarkan, diantaranya tentang penguatan literasi dan numerasi, penguatan karakter program belajar Pancasila, mensosialisasikan adanya peringatan hari guru nasional dan hut PGRI yang ke 76 serta menjalankan KBM dengan prokes ketat dimasa Pandemi.

Pihaknya juga berharap kedepan anak anak tidak hanya pintar dalam pelajaran disekolah namun yang terpenting adalah siswa mampu menghargai dan menghormati guru-gurunya.

Eko Lesmono saat memberikan keterangan pers

“kegiatan ini dilaksanakan serentak di 700 sekolah dari jenjang SD SMP SMA SMK, dikabupaten Semarang sehingga menjadikan keunikan tersendiri” tambah Eko Lesmono yang juga sebagai Pengawas SD dikecamatan Tengaran ini.Pantauan Rasika FM semua guru yang terlibat dalam kegiatan PGRI Mengajar memakai seragam khas PGRI.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon