URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam. 17 PSK yang ditangkap itu juga karena adanya aduan dari masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Idul Adha, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Semarang

Jelang Idul Adha, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Semarang

Jelang Idul Adha, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Semarang

Satpol PP Semarang saat mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam.
Satpol PP Semarang saat mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam.
Featured Image

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) pada operasi cipta kondisi menjelang Idul Adha Selasa (28/6/2022) malam. 17 PSK yang ditangkap itu juga karena adanya aduan dari masyarakat.

Dalam pantauan, 17 PSK ditangkap dari Jalan Tanjung, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Dan Kawasan Tanggul Indah. Pada saat diamankan, juga sempat diwarnai isak tangis dan juga ditemukan ada satu PSK sedang berhubungan intim dengan seorang pria di Kawasan Tanggul Indah (TI) Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan penangkapan dilakukan karena pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait maraknya prostitusi pinggir Jalan. Hal itu terpaksa ia lakukan lantaran bisa mencoreng nama baik kota Semarang.

“Mereka yang berada di pinggir Jalan ini bikin malu Kota Semarang,” ujarnya usai kegiatan.

Ia menuturkan para PSK yang diamankan ini tidak hanya dari penduduk asli Kota Semarang. Namun, lanjut Fajar, dirinyq menyebut ada beberapa PSK yang berasal dari tiga daerah berbeda di Jawa Tengah.

“PSK ini tidak boleh menjamur. Tidak hanya dari laporan masyarakat, kita pasti akan tindak sendiri juga,” jelasnya.

Ia menuturkan PSK termuda dalam penangkapan kali ini berusia 24 tahun dan yang tertua berumur 56 tahun. Nantinya, belasan wanita ini setelah diamankan akan di data di kantor Satpol PP kemudian akan dikirim ke Solo untuk direhabilitasi.

“Nanti semuanya malam ini juga, PSK dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial di Solo. Disana mereka akan dibina biar jera,” paparnya.

Sementara itu, salah Seorang PSK bernama Arum (24) mengaku terpaksa jadi PSK lantaran masalah keluarga. Ia yang biasa mangkal di Jalan Muradi ini mengaku bekerja dari Pukul 20.00 WIB hingga 01.00 WIB dan bisa melayani empat tamu pria hidung belang.

“Ya gimana lagi orang tua saya cerai. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saya jadi PSK. Pasang tarif 150 ribu sudah termasuk hotel,” imbuh wanita asal Kabupaten Temanggung ini.

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
DPW Gekrafs Jawa Tengah bersama Disbudparekraf Jateng menggelar forum ekonomi kreatif di Hotel Wahid Prime Salatiga, Rabu (10/6/2026), guna memperkuat kolaborasi antarkreator, komunitas, akademisi, media,...
Muat Lebih

POPULER

Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved