URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang telah melakukan pengecekan terhadap hewan kurban di Pasar Hewan Ambarawa pada Senin (26/6/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan ternak yang diperjualbelikan bebas dari penyakit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Idul Adha, Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Hewan Ambarawa

Jelang Idul Adha, Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Hewan Ambarawa

Jelang Idul Adha, Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Hewan Ambarawa

Petugas Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan pemeriksaan hewan ternak di Pasar Hewan Ambarawa, Senin (26/6/2023).

(Foto/win)

Petugas Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan pemeriksaan hewan ternak di Pasar Hewan Ambarawa, Senin (26/6/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | NGARAN - Petugas dari Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang melakukan pengecekan hewan kurban di Pasar Hewan Ambarawa, Senin (26/6/2023). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi hewan ternak yang diperjualbelikan bebas dari penyakit.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengungkapkan, setiap hewan ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ambarawa diperiksa, jangan sampai terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

“Kita tidak hanya lihat morfologi pada hewan, tapi juga periksa ear tag, ada kode pilar sudah divaksin atau belum. Sehingga hewan ternak yang masuk terjamin kesehatannya, masyarakat tenang beli hewan kurban,” ujarnya.

Dari pemeriksaan tersebut, Sunu yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang ini melanjutkan, petugas tidak menemukan hewan yang terindikasi PMK maupun LSD. Meski demikian, pihaknya juga mengantisipasi penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) terutama pada kambing atau domba.

“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada temuan penyakit PPR di Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Terkait pengawasan lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Semarang, Sunu menambahkan pihaknya telah menempatkan beberapa petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.

“Karena hewan ternak yang datang ke sini ada yang berasal dari Boyolali, Magelang, dan Klaten,” urainya.

Sementara Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang M Edy Sukarno menyampaikan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan di sejumlah lapak musiman hewan kurban di Kabupaten Semarang.

“Sudah kami laksanakan mulai H-7 hinga H+3 Idul Adha mendatang,” paparnya.

Soal kebutuhan hewan kurban tahun ini, ia menerangkan ada peningkatan dibanding tahun kemarin.

“Tahun ini kan kasus PMK dan LSD sudah landai, sehingga banyak pedagang yang leluasa menjual dan masyarakat yang membeli. Hari ini saja ada 481 ekor sapi dan 1.100 ekor kambing dan domba yang masuk ke sini,” katanya. (win)

 

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum