KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jelang Nataru! Waspada saat Belanja Kerupuk dan Ikan di Salatiga, Kenapa?

Jelang Nataru! Waspada saat Belanja Kerupuk dan Ikan di Salatiga, Kenapa?

Jelang Nataru! Waspada saat Belanja Kerupuk dan Ikan di Salatiga, Kenapa?

Tim pangan Jateng saat melakukan pengecekan sampel makanan di sejumlah Pasar Raya 1 Salatiga, Jawa Tengah , Selasa (16/12/2025). Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Tim Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menemukan sejumlah produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan saat melakukan inspeksi di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (16/12/2025).

Pengecekan dipimpin Kanit Indagsi Subdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Kompol Muchamad Zazid bersama unsur Polri dan instansi terkait. Kompol Zazid menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan metode rapid test, meliputi uji pestisida pada buah dan sayuran, uji formalin dan boraks pada daging, ikan, serta tahu, dan uji pewarna berbahaya pada produk olahan.

“Dari pengecekan dan uji cepat terhadap 54 sampel pangan di Pasar Raya I Salatiga. Hasilnya, beberapa produk olahan dan perikanan dinyatakan positif mengandung bahan kimia berbahaya,” ungkap Kompol Zazid.

Produk yang terindikasi bermasalah di antaranya kerupuk berwarna pink yang positif mengandung klorin. Selain itu, sejumlah hasil perikanan kering juga terdeteksi mengandung formalin, yakni teri nasi kecil, teri nasi besar, teri nasi asin, cumi kering asin, serta ikan layur.

“Untuk pedagang yang menjual produk yang tidak memenuhi standar dilakukan peringatan dan himbauan agar tidak lagi menjual produk tersebut, serta barang yang masih ada dikembalikan kepada distributor,” katanya.

Meski ditemukan produk bermasalah, lanjut Kompol Zazid, sebagian besar komoditas pangan di pasar tradisional dinyatakan aman. Hasil uji menunjukkan buah dan sayuran di Pasar Raya I Salatiga negatif pestisida.

“Daging ayam, sapi, dan kambing juga tidak mengandung formalin maupun boraks, dengan nilai pH dan kadar air masih dalam batas normal,” terang Kompol Zazid.

Sementara itu, pengecekan di pasar modern, Superindo Salatiga, tidak menemukan pelanggaran. Seluruh sampel pangan yang diuji dinyatakan aman dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Kegiatan ini melibatkan Ditreskrimsus Polda Jateng, Satreskrim Polres Salatiga, BPOM Jawa Tengah, serta sejumlah dinas terkait di tingkat provinsi dan kota.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari peredaran bahan pangan berbahaya. Sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari,” tandasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]