URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kue Kacang Asli Salatiga produksi Hani Angga Wihanditya, warga Canden Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, menjadi alternatif jajanan bagi pecinta makanan di Kota Hati Beriman. Kue kacang dengan berbagai varian rasa seperti original, coklat, keju, pandan, dan pedas ini memiliki ciri khas tersendiri dan selalu diminati baik di dalam maupun luar kota Salatiga, bahkan hingga ke luar negeri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Ramadhan, Kue Kacang Asli Salatiga Jadi Buruan Pecinta Jajanan

Jelang Ramadhan, Kue Kacang Asli Salatiga Jadi Buruan Pecinta Jajanan

Jelang Ramadhan, Kue Kacang Asli Salatiga Jadi Buruan Pecinta Jajanan

Kue Kacang Asli Salatiga produksi Hani Angga Wihanditya, warga Canden Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, menjadi alternatif jajanan bagi pecinta makanan di Kota Hati Beriman
Foto: dok./IST
Hani Angga Wihanditya warga Canden saat menunjukkan hasil produksinya Kue Kacang Asli Salatiga.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Kehadiran Kue Kacang Asli Salatiga, yang diproduksi oleh Hani Angga Wihanditya warga Canden Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Kini bisa menjadi alternatif bagi pecinta jajanan dikota Hati Beriman.

Bagaimana tidak jelang puasa kali ini, Angga mampu menghasilkan omset yang menggiurkan.

Saat ditemui wartawan, Angga mengaku kue yang ia produksi memiliki ciri khas tersendiri sehingga selalu menjadi buruan para pembeli baik dalam hingga luar kota Salatiga. Bahkan sampai luar negeri.

“Menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang Kue Kacang Asli Salatiga kebanjiran pesanan hingga mencapai ribuan kemasan perminggu,”kata Angga, Rabu (15/3/2023).

Lebih lanjut Angga membeberkan kue buatanya dibandrol dengan harga Rp 12 ribu per pouch. Sehingga dapat memikat minat para pembeli meski belum pernah mencoba kue kacang ini.

“Ada berbagai varian rasa yang ditawarkan Kue Kacang Asli Salatiga ini seperti, original, coklat, keju, pandan dan pedas,”bebernya.

“Semua rasa harganya sama, ukuran 150 hanya Rp 12 ribu, ukuran 500 gram Rp 30 ribu, untuk 600 gram Rp 35 ribu, dan 900 gram hanya Rp 45 ribu,” kata Angga lebih lanjut.

Angga menuturkan, keseharianya ia memproduksi kue dirumahnya. Ia mengaku jelang Ramadan tahun ini sudah kebanjiean omzet.

“Saya telah menerima pesanan kue kacang hingga 1000 pouch ukuran 150 gram,”ungkapnya.

Diakuinya pesanan tersebut digunakan untuk mengisi parsel untuk Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Pesanan kue kacang ini meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.

“Saat jelang lebaran saya menambah pegawai menjadi dua sampai tiga karyawan. Tergantung kondisi pesanan. Kalau dihari biasa cuma 1 karyawan,”terang Angga.

“Selain pesanan Ramadan juga pesanan para reseller saya yang ada di luar kota,” jelasnya.

Angga mengaku untuk mencari Kue Kacang Asli Salatiga di luar kota cukup mudah, karena pihaknya telah membuka penjualan secara online dan terdapat reseller di beberapa kota. Seperti Semarang, Solo Raya, dan Jakarta.

Kue Kacang Asli Salatiga ini menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menggunakan pengawet buatan jadi dapat bertahan hingga enam bulan saja.( rief )

BACA JUGA :

Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Pemerintah mengubah strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan skrining aktif dari rumah ke rumah guna menemukan 1,08 juta kasus sepanjang 2026. Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Senin (29/6/2026), karena hingga pertengahan tahun baru sekitar 800 ribu penderita terdeteksi sehingga percepatan penemuan kasus diperlukan untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa
PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Jawa Tengah bersama Satlantas Polres Salatiga dan PMI menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Satlantas Polres Salatiga pada Jumat (26/6/2026). Pelatihan yang diikuti pengemudi ojek online, pedagang, dan masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas sebelum tenaga medis tiba, sekaligus memperkuat budaya keselamatan dan pemahaman tentang perlindungan dasar melalui SWDKLLJ.
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat di Salatiga
Polda Jawa Tengah mulai menyelidiki penyebab krisis pasokan sapi di Kota Salatiga yang memicu pedagang daging mogok berjualan selama lima hari. Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Muhammad Solikhin Fery menyatakan, Jumat (26/6/2026), pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan instansi terkait untuk mengusut kemungkinan penimbunan atau permainan harga, sekaligus memastikan kelangkaan murni akibat pasokan yang menurun.
Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. BPS menekankan profesionalisme petugas dan mengapresiasi respons kooperatif masyarakat guna menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
Petugas Sensus Ekonomi Turun ke Lapangan, Respons Warga Salatiga Seperti apa?
Pedagang daging sapi, bakso, sate, dan masakan Padang bersama Dinas Perdagangan Kota Salatiga menggelar pertemuan di Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026), untuk membahas dampak mogok jualan pedagang daging akibat minimnya pasokan sapi dan tingginya harga daging. Kondisi tersebut menyebabkan stok daging menipis, sejumlah usaha kuliner mengurangi operasional bahkan tutup sementara, sehingga pemerintah mengusulkan intervensi pasokan dari daerah penghasil sapi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Warno Akui Penjual Bakso Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang menjadi destinasi favorit liburan sekolah dengan menghadirkan pameran inovasi, produk UMKM, konser musik, wahana keluarga, dan nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga 5 Juli. Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memperkuat UMKM, mendorong inovasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
Jateng Fair 2026 Pas Buat Liburan Keluarga, Ada Apa Saja?
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan