URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 74 personil di Kabupaten Semarang dinyatakan lolos seleksi dan akan bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2022 mendatang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Upacara HUT RI, 74 Personil Paskibraka Kabupaten Semarang Jalani Latihan Intensif

Jelang Upacara HUT RI, 74 Personil Paskibraka Kabupaten Semarang Jalani Latihan Intensif

Jelang Upacara HUT RI, 74 Personil Paskibraka Kabupaten Semarang Jalani Latihan Intensif

Personil Paskibraka Kabupaten Semarang menjalani latihan di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Rabu (10/8/2022). (Foto/IST)
featured-img

UNGARAN – Sebanyak 74 personil di Kabupaten Semarang dinyatakan lolos seleksi dan akan bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2022 mendatang. Mereka merupakan pelajar yang berasal dari SMA/ SMK/ MA sederajat yang mengikuti seleksi sejak bulan Juni 2022.

Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Murtiningsih Dwi Wantoro mengatakan bahwa dari lebih dari 300 murid yang mendaftar menjadi Paskibraka, pihaknya meloloskan sebanyak 75 orang.

“Terdiri dari 45 putra dan 30 putri. Namun satu siswi berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jawa Tengah karena ikut tes lagi,” jelasnya di Ungaran, Rabu (10/8/2022).

Dikatakan Murtiningsih, seluruh persiapan dan latihan sudah dilaksanakan sejak 6 Agustus 2022. Nantinya akan dilaksanakan gladi bersih dan pengukuhan oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha pada 15 Agustus 2022.

Mengenai syarat dan ketentuan menjadi anggota Paskibraka tidak hanya menyeleksi dari tinggi dan berat badan saja. Akan tetapi juga seleksi wawancara serta kemampuan berbahasa Inggris.

“Sehingga tidak hanya fisik, namun juga peserta kami juga cakap dalam berbicara di depan umum terutama menggunakan Bahasa Inggris,” katanya.

“Sebelum Upacara Hari Kemerdekaan, tanggal 16 Agustus malamnya, kami inapkan mereka agar bisa lebih fokus,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan